Naradaily-Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri memperluas radius pencarian perahu cepat (speedboat) yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto di Pandeglang, Rabu, mengatakan Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dalam operasi pencarian dan penyelamatan pada hari kedua.

“Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile,” katanya.

Riski menjelaskan, perluasan pencarian dilakukan berdasarkan analisis data digital. Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan tugas strategis masing-masing.

“Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian, ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile,” tuturnya.

Selain dua kapal tersebut, tim SAR mengerahkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nautical mile. RIB 02 Banten juga difokuskan melakukan penyisiran ketat di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang untuk mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kapal terdampar di pulau-pulau kecil tersebut.

“Terakhir, kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nautical mile,” ujarnya.

Riski mengatakan kondisi cuaca di lokasi pencarian masih bersahabat sehingga mendukung kelancaran operasi SAR. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca terpantau cerah berawan dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan 14 knot. Ketinggian gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

“Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut,” tambahnya.

Sementara itu, keluarga korban mulai berdatangan ke posko pencarian. Basarnas telah berkoordinasi secara intensif dengan keluarga untuk menyampaikan perkembangan terbaru mengenai operasi SAR.

“Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat,” kata dia.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Rombongan berada di perairan tersebut untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat ketika salah seorang korban membagikan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Setelah itu, speedboat hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.

Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian (DP). Mereka terdiri atas pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas (freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan. (kom)