Naradaily-Pemerintah melalui Danantara mulai memperkuat peran di sektor transportasi digital dengan masuk sebagai investor di GoTo Group. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra ojek online (ojol) sekaligus mendorong perubahan model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proses investasi telah berjalan secara bertahap sejak awal 2026. Ia menegaskan bahwa fokus utama Danantara bukan sekadar kepemilikan saham, tetapi mendorong kebijakan yang berdampak langsung bagi para pengemudi.

“Danantara udah mulai masuk dan kita sudah bicara, buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan bahwa Danantara juga mendorong peningkatan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojol agar manfaat yang diterima semakin optimal.

Menurut Rosan, perubahan dalam ekosistem perusahaan transportasi digital mulai terlihat sejak Januari 2026, seiring arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki model bisnis platform digital. Selama ini, banyak perusahaan mengandalkan strategi “burning cash” atau pembakaran dana besar untuk promosi dan pemasaran.

“Tadinya perusahaan ojol mereka ini saling marketing, burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Jadi kita ajak ngomong yang lain, udah nggak usah burning cash, mendingan dana ini kita pakai untuk kepentingan ojol daripada kita saling bakar-bakaran duit,” jelas Rosan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa investasi Danantara di GoTo masih berlangsung bertahap dan belum dapat merinci total kepemilikan saham. Namun, pemerintah memastikan bahwa orientasi utama tetap pada keberlanjutan bisnis sekaligus peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi.

Selain perlindungan sosial dan peningkatan bonus, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan lanjutan, termasuk penerapan batas maksimal potongan aplikasi sebesar 8 persen sesuai arahan Presiden.

Rosan menegaskan bahwa berbagai langkah lanjutan terkait investasi maupun peluang kerja sama strategis masih dalam tahap pembahasan dan akan diumumkan pada fase berikutnya. (kom)