Naradaily-Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata. Di lingkungan PLN NPC, semangat tersebut tercermin melalui keterlibatan insan perusahaan dalam berbagai tahapan proyek, mulai dari engineering, pengadaan, konstruksi, pengujian, hingga commissioning.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) Hendra Fitria menyebut, di balik pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, terdapat kerja kolektif yang mengandalkan kompetensi, ketelitian, dan semangat untuk terus belajar. “Tantangan yang dihadapi dalam setiap proyek tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga koordinasi lintas disiplin, pengendalian mutu, pemenuhan jadwal, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam proses tersebut, kolaborasi antara tenaga muda, tenaga ahli berpengalaman, dan berbagai fungsi pendukung menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai persyaratan yang ditetapkan,” kata Hendra, dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

Salah satu gambaran nyata dari proses tersebut terlihat dalam pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sekupang 50 MW di Batam. Pada 22 April 2026, PLN NPC berhasil melaksanakan first firing terhadap lima unit engine pembangkit.

Ia mengatakan hasil pengujian menunjukkan seluruh engine mampu mencapai putaran nominal secara stabil, dengan sistem mekanikal, bahan bakar, kontrol, dan proteksi berfungsi dengan baik. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari serangkaian pekerjaan teknis yang membutuhkan koordinasi erat antartim.

“Mulai dari instalasi peralatan dan pemeriksaan sistem hingga pengujian fungsi, setiap tahapan menuntut ketelitian dan pemahaman menyeluruh terhadap sistem pembangkit. Pengalaman ini sekaligus menjadi ruang bagi insan proyek untuk mengembangkan kompetensi dan menerapkan pengetahuan teknis dalam kondisi kerja nyata,” terangnya.

Tantangan serupa juga hadir dalam penyelesaian proyek PLTU Sofifi 2×3 MW di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Pada 2 Februari 2026, Unit 2 berhasil mencapai tahap first synchronization dengan jaringan listrik PLN setelah melalui pengujian peralatan dan pemenuhan persyaratan teknis, termasuk penerbitan Rekomendasi Laik Sinkron dari PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif).

Menurutnya, pencapaian tersebut melengkapi penyelesaian Unit 1 yang telah diserahterimakan pada November 2025. Proses menuju sinkronisasi membutuhkan koordinasi antara tim proyek, pemilik pekerjaan, dan pihak terkait untuk memastikan setiap tahapan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Di sini, ketelitian dalam pengujian dan kemampuan bekerja sebagai satu tim menjadi bagian penting dari penyelesaian proyek,” ujarnya. Semangat untuk terus berkembang juga tercermin dalam pengalaman PLN NPC mengerjakan proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia.

– PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Feeder Station (FS) 10 di Malaysia di Gombak, Selangor, pada 29 Juni 2026. (dok.PLN NPC)

Pada 15 Januari 2026, PLN NPC menyelesaikan energization ECRL FS 01 di Tunjung, Kelantan, 15 hari lebih cepat dari target yang ditetapkan. Sebagai proyek luar negeri pertama PLN NPC, pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas EPC di pasar internasional.

Hendra menilai pengalaman di dalam dan luar negeri memberikan ruang pembelajaran yang beragam bagi insan PLN NPC. Perbedaan karakteristik proyek, standar teknis, kondisi lapangan, dan pola koordinasi menuntut setiap anggota tim untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas keahlian dan generasi.

“Setiap pencapaian proyek merupakan hasil kerja bersama. Generasi muda memiliki peran penting dalam membawa semangat belajar, inovasi, dan adaptasi, yang perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan tenaga ahli berpengalaman. Dengan kompetensi dan komitmen terhadap keselamatan serta kualitas, seluruh insan perusahaan dapat berkontribusi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang andal,” ujar Hendra.

Pada Hari Sumpah Pemuda, semangat generasi muda menemukan maknanya melalui kontribusi yang nyata. Dari ruang engineering hingga lokasi konstruksi, dari Batam hingga Halmahera, serta dari Indonesia menuju Malaysia, kolaborasi dan semangat untuk terus berkembang menjadi bagian dari upaya bersama membangun infrastruktur energi bagi masa depan Indonesia. (sic)