Naradaily-Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai timnya tampil lebih baik meski harus mengakui keunggulan rival abadi Persib Bandung dengan skor 1-2 pada laga El Clasico Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Kekalahan tersebut sekaligus menutup peluang Macan Kemayoran dalam persaingan perebutan gelar juara Super League musim ini.
“Permainan kami hari ini sebenarnya lebih baik daripada Persib. Statistik menunjukkan kami lebih dominan. Kami menciptakan 19 peluang, sementara Persib hanya tujuh. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Mauricio seusai laga.
Persija sempat tampil meyakinkan pada awal pertandingan dan membuka keunggulan melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, Persib mampu membalikkan keadaan lewat dua gol Adam Alis pada menit ke-28 dan ke-37.
Mauricio menilai para pemain Persija sudah memperlihatkan karakter permainan agresif sesuai strategi yang diinginkannya. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, timnya mampu menguasai jalannya pertandingan meski hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
Ia menyebut sejumlah kesalahan di momen penting menjadi faktor utama kegagalan Persija mengamankan kemenangan.
“Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” lanjut Mauricio.
Hal senada disampaikan gelandang Persija, Fabio Calonego. Ia menilai perbedaan utama dalam pertandingan tersebut terletak pada efektivitas penyelesaian akhir.
“Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini,” kata Fabio.
Hasil pertandingan ini membuat Persija tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025/26 dengan koleksi 65 poin.
Sementara itu, Persib semakin kokoh di puncak klasemen dan menjaga peluang besar untuk meraih gelar juara musim ini. (kom)