Naradaily-Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun pada 2026 untuk mempercepat pengembangan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional. Anggaran tersebut akan digunakan membangun kawasan pertanian modern melalui program cetak sawah, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta infrastruktur pascapanen guna meningkatkan produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program cetak sawah dijalankan dengan tetap mempertahankan kepemilikan lahan di tangan masyarakat. “Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” kata Amran, dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7/2026).

Saat ini, pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua. Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan.

Menurut Amran, anggaran Rp1,3 triliun akan digunakan untuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, serta infrastruktur pendukung lainnya. “Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden,” ujar Amran.

Amran pun menyebut, penerapan teknologi pertanian di Merauke, seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, dan combine harvester, telah meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare. Indeks pertanaman yang kini mencapai dua kali tanam per tahun juga ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam.

Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian. Tingginya minat petani juga ditunjukkan dengan usulan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru.

Pemerintah juga memastikan hasil panen petani akan diserap oleh Perum Bulog sesuai ketentuan pemerintah. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan membangun gudang Bulog di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton, lengkap dengan fasilitas dryer dan unit pengolahan beras.

“Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera,” ucap Amran. Adapun pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian di Papua Selatan yang saat ini sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman meningkat menjadi tiga kali tanam setiap tahun. (sic)