Naradaily-Laporan mengenai baku tembak antara Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Televisi pemerintah Iran pada Rabu melaporkan bahwa bentrokan terjadi di perairan strategis Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, mengutip pihak berwenang Provinsi Hormozgan yang menyebut ledakan terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, serta pulau-pulau Iran di sekitar kawasan tersebut. Ledakan itu disebut berkaitan dengan bentrokan yang terjadi di Selat Hormuz.
Laporan serupa juga disampaikan Kantor Berita Mehr yang menyatakan suara ledakan terdengar di wilayah timur Sirik dan berkaitan dengan baku tembak di perairan Teluk yang berada di dekat lokasi tersebut.
Insiden tersebut terjadi di tengah gelombang ledakan baru di sejumlah wilayah Iran bagian selatan seiring meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi yang dilakukan bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
CENTCOM juga menyebut pasukan Amerika Serikat melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang bergerak menuju maupun keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Selain operasi laut tersebut, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer untuk beroperasi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa pasukannya tetap berada dalam kondisi “waspada, mematikan, dan siap.”
Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir meskipun sebelumnya telah ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik serta mendorong tercapainya kesepakatan perdamaian jangka panjang antara kedua negara.
Namun demikian, kedua pihak dilaporkan masih saling melakukan serangan di tengah upaya diplomatik tersebut.(kom)