Naradaily-Polemik jalur pelayaran di Selat Hormuz akibat ketegangan geopolitik antara AS-Iran-Israel, tak hanya membuat harga minyak dunia naik. Surat kabar Prancis La Tribune melaporkan, negara-negara Eropa berpotensi menghadapi kekurangan obat-obatan akibat situasi geopolitik di kawasan sekitar Iran serta blokade Selat Hormuz yang masih berlangsung.
Melansir Azeri Press Agency, Sabtu (16/5/2026), Eropa diketahui bergantung hingga 80 persen pada China dan India untuk pasokan industri farmasi. Namun, rantai pasokan tersebut ikut terdampak ketidakstabilan harga minyak dan gas global.
Selain itu, distribusi juga terganggu oleh pelambatan jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah dan Asia. “Ada pilihan pengiriman lain, tetapi biayanya lebih mahal, dan rantai pasokan untuk beberapa zat sangat kompleks sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan kekurangan,” ujar Deniz Ünal, perwakilan pusat penelitian ekonomi Centre d’Etudes Prospectives et d’Informations Internationales.
Lebih lanjut, disebutkan juga, sejumlah bahan baku obat seperti etilena, urea, dan parafin banyak dipasok langsung dari negara-negara Teluk Persia, yang saat ini terdampak ketegangan geopolitik akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Sebelumnya, pada Kamis (14/5/2026) waktu setempat, ketegangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat setelah penyitaan sebuah kapal tanker dan tenggelamnya kapal kargo India.
Melansir Washington Times, Sabtu (16/5/2026) melaporkan, sebuah kapal tanker yang tengah berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) disita dan diarahkan menuju wilayah Iran. Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyebut kapal tersebut belum teridentifikasi, dan saat kejadian tengah berada sekitar 38 mil laut di utara Kota Fujairah, UEA.
Sementara itu, kapal lainnya yakni kargo berbendera India dilaporkan tenggelam di lepas pantai Oman setelah mengalami serangan yang memicu kebakaran di atas kapal. Otoritas India memastikan seluruh awak berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang Oman tanpa adanya korban luka.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas kedua insiden tersebut. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. (sic)