Naradaily-Pemadaman total di Sumatera belum lama ini menyebabkan keresahan warga lokal. Bareskrim Polri mengungkapkan penyebab pemadam listrik total atau blackout massal di wilayah Sumatera bukan karena sabotase.
Namun, berdasarkan hasil investigasi awal, disebutkan gangguan sistem kelistrikan itu dipicu faktor cuaca buruk. Hal itu disampaikan Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers memaparkan hasil investigasi awal tim gabungan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Nunung mengatakan tim gabungan sudah melakukan pemeriksaan langsung pada titik lokasi awal dugaan gangguan di tower transmisi listrik 175 dan 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Hasilnya diketahui, ada gangguan pada transmisi SUTET, pada Jumat (23/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.
“Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera. Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, tim menemukan adanya kabel transmisi putus, tetapi kondisi fisik tower secara umum tidak mengalami kerusakan pada strukturnya. “Berdasarkan keterangan di lapangan, putusnya kabel transmisi terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca,” imbuhnya lagi.
Hanya saja, dia menyebut dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi di lokasi kejadian yang menyebut sempat terjadi ledakan sebelum listrik padam total di area sekitar transmisi.
Sementara itu, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik total (blackout) massal di wilayah Sumatera sejak Jumat (23/5/2026) sore. PLN berjanji tidak akan mengulanginya lagi karena pasokan listrik sudah normal. “Kami dari PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” kata Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra.
Edwin mulanya menyampaikan dua jalur kelistrikan di Sumatera, yaitu jalur timur 500 kv dan jalur barat 275 kv. Ia juga menjelaskan terjadinya gangguan pada transmisi 275 kv ke arah Sumatera Selatan (Sumsel) 5, Jumat (22/5/2026).
Ini merupakan input menuju jalur 500 kv yang ada di bagian timur. Dari sini kemudian terjadi trip, sehingga transmisi keluar dari sistem interkoneksi dan memicu pemadaman total di Sebagian besar Pulau Sumatera.
“Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang,” ulasnya lagi. Edwin menjelaskan, ketika aliran yang biasanya dari jalur timur ke selatan maupun utara putus, alirannya berbalik ke selatan dan barat.
Fenomena ini disebut dengan power swing. Jalur barat kemudian perlu mengisolasi diri demi mencegah gangguan lebih luas. Dari sini Edwin menjelaskan situasi ketika bagian selatan berlebih pembangkit dan frekuensinya tinggi, sedangkan bagian utara kekurangan pembangkit dan frekuensi rendah.
“Kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman,” ungkapnya lagi.
Edwin menjelaskan, hari ini pembangkit-pembangkit besar sudah mulai normal. Ia pun meyakini tak ada lagi pemadaman di Sumatera seperti baru-baru ini.
“Insyaallah pada hari ini dan sore ini, tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera. Sekali lagi kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat,” tuntasnya. (sic)