Naradaily-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik yang terjadi di Alaska pada Senin tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia maupun berpotensi menimbulkan tsunami di Tanah Air.

Pelaksana tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta, Senin (23/2/2026), mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia sebagaimana berdasarkan hasil pemodelan BMKG.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat pesisir diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 6,1 tersebut terjadi pada Senin waktu setempat atau sekitar pukul 12.11 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak di laut pada kedalaman 14 kilometer, dengan koordinat 52,36 derajat Lintang Utara dan 169,86 derajat Bujur Barat.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di zona lempeng mikro Yakutat. Mekanisme sumber gempa teridentifikasi sebagai patahan turun (normal fault).

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik global dan menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat melalui kanal komunikasi yang tersedia. (kom)