Naradaily-Kebutuhan anggaran untuk revitalisasi infrastruktur pascabanjir bandang di Aceh-Sumatera dipastikan melebihi angka Rp51 triliun. Hal ini disebabkan masih adanya sejumlah daerah terdampak bencana yang belum terdata secara menyeluruh.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, angka Rp51 triliun merupakan estimasi awal dari perhitungan pemerintah. Nilai tersebut berpeluang meningkat seiring pendataan lanjutan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau.
“Pasti berubah (kebutuhan anggaran) karena tadi itu, begitu kami masuk (ke daerah belum terdata), pasti kami akan lebih (hitungannya), tahu lagi berapa sekolah rusak, berapa kantor camat, kantor desa, pesantren, masjid, gereja yang harus kami perbaiki,” ucap Dody di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, dikutip Jumat (19/12/2025). Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap berbagai infrastruktur vital, mulai dari jalan, jembatan, sungai, irigasi, hingga bendungan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data Kementerian PU, di Aceh tercatat 419 titik terdampak banjir dan 58 titik terdampak longsor, yang menyebabkan tanggul jebol, jalan dan jembatan putus, hingga akses transportasi terendam. Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 180 titik terdampak banjir dan 126 titik terdampak longsor.
Adapun di Sumatera Barat tercatat 427 titik terdampak banjir serta 203 titik terdampak longsor. Untuk mempercepat penanganan infrastruktur rusak, Kementerian PU juga mengerahkan 402 relawan yang terdiri dari tenaga teknis dan insinyur. Perinciannya, sebanyak 234 relawan ditugaskan ke Aceh, 101 relawan ke Sumatera Utara, dan 67 relawan ke Sumatera Barat. (sic)