Naradaily-Perayaan Tahun Baru Imlek segera tiba. Pada 2026, masyarakat akan menyambut Tahun Kuda Api yang dipercaya membawa energi baru, semangat, dan harapan keberuntungan. Menjelang momen tersebut, rumah-rumah mulai dihiasi berbagai ornamen khas. Namun pernak-pernik itu bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol doa dan filosofi yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Tionghoa.

Banyak keluarga memasang hiasan tertentu karena percaya setiap benda mengandung makna baik. Kehadirannya diharapkan membuka pintu rezeki, kesehatan, serta kebahagiaan sepanjang tahun. Berikut beberapa pernak-pernik yang hampir selalu hadir saat Imlek.

Lampion merah menjadi simbol paling mudah dikenali. Biasanya digantung di depan pintu atau di ruang utama rumah. Warna merah melambangkan kebahagiaan, keberanian, dan keberuntungan. Cahaya lampion juga dipercaya menerangi jalan datangnya rezeki.

Lampion bukan hanya penerangan, tetapi harapan agar keberuntungan menemukan jalan menuju rumah, menjadi kepercayaan yang hidup di masyarakat.

Selain itu terdapat kuplet pintu atau Chun Lian. Kertas merah bertuliskan kaligrafi ini ditempel di sisi kanan dan kiri pintu, sering disertai tulisan horizontal di bagian atas. Isinya berupa doa, seperti harapan kesehatan, umur panjang, dan rezeki melimpah di tahun baru.

Pohon jeruk kumquat atau kim kit juga hampir selalu hadir. Buahnya yang berwarna keemasan menyerupai koin emas, sehingga melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan keluarga. Keberadaan tanaman ini menjadi simbol harapan agar kehidupan ekonomi semakin baik.

Di ruang tamu biasanya tersedia nampan kebersamaan (tray of togetherness). Wadah berbentuk segi delapan berisi aneka manisan ini disajikan untuk tamu dan keluarga. Setiap isiannya memiliki arti, misalnya biji teratai melambangkan kesuburan, kelengkeng kering bermakna keberuntungan, dan manisan labu melambangkan kesehatan. Angka delapan sendiri dipercaya sebagai angka pembawa hoki dalam budaya Tionghoa.

Ada pula simpul Tiongkok atau Chinese knots, hiasan tali dengan pola rumit yang sering digantung di dinding atau pintu. Ornamen ini melambangkan persatuan, umur panjang, dan keberuntungan yang tidak terputus.
“Hiasan simpul berarti ikatan kebahagiaan yang diharapkan terus menyertai keluarga sepanjang tahun,” menjadi filosofi yang dipercaya banyak orang.

Memasang pernak-pernik Imlek pada akhirnya bukan sekadar mempercantik rumah. Tradisi tersebut merupakan cara masyarakat mengekspresikan doa, harapan, serta semangat kebersamaan dalam menyambut tahun yang baru. Tahun Kuda Api 2026 pun diharapkan membawa kehidupan yang lebih sejahtera, hangat, dan penuh kebahagiaan.

Kata kunci: pernak pernik Imlek, dekorasi Imlek 2026, makna lampion merah, arti Chun Lian, pohon jeruk kumquat, tray of togetherness, simpul Tiongkok, Tahun Kuda Api 2026. (Khalifah Khairunnisa)