Naradaily-Puluhan sepeda motor dilaporkan mengalami mogok mesin setelah nekat menerobos banjir yang menggenangi Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis pagi. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari, sehingga ketinggian air mencapai sekitar 40 hingga 50 sentimeter atau setengah ban kendaraan.

Salah satu pengendara sepeda motor, Farid (34), mengaku motornya mendadak mogok saat melintasi ruas Jalan DI Panjaitan karena air banjir masuk ke bagian knalpot. Ia mengatakan hujan yang turun terus-menerus membuat genangan semakin tinggi dan sulit dilalui kendaraan roda dua. Menurut Farid, mesin motornya tidak bisa langsung dinyalakan karena air masih memenuhi knalpot, sehingga ia terpaksa menepi dan menunggu hingga air keluar agar mesin dapat kembali hidup.

Farid menambahkan, meskipun dirinya kerap melintasi Jalan DI Panjaitan dalam aktivitas sehari-hari, banjir kali ini tergolong paling parah. Tingginya genangan air membuat sepeda motor sangat rentan mogok jika dipaksakan melintas, berbeda dengan kondisi banjir sebelumnya yang masih bisa dilalui.

Pantauan di lokasi menunjukkan banjir menyebabkan arus lalu lintas tersendat dari kedua arah. Sejumlah pengendara motor terlihat mendorong kendaraannya yang mogok di tengah genangan, sementara mobil melaju perlahan untuk menghindari kerusakan mesin. Petugas kepolisian dan petugas lapangan tampak berjaga untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu pengendara yang terdampak.

Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan sebagian lajur ke arah berlawanan atau contra flow di ruas Jalan DI Panjaitan. Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sunaryo mengatakan contra flow diberlakukan khusus untuk sepeda motor karena banjir telah merendam badan jalan sejak pagi. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi antrean kendaraan akibat genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter.

Akibat banjir, antrean kendaraan dilaporkan mengular sepanjang 500 meter hingga satu kilometer, terutama pada jam sibuk pagi hari. Selain contra flow menuju persimpangan Halim Lama, kendaraan dari arah UKI juga dialihkan dengan dibelokkan ke kiri menuju Jalan Otista Raya. Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan kondisi banjir di lapangan.

Pada Kamis pagi, genangan air di Jalan DI Panjaitan dilaporkan mulai berangsur surut. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, menghindari menerobos banjir, serta mencari jalur alternatif guna mencegah kemacetan dan risiko kendaraan mogok. (kom)