Menurut AHY, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi global.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana biaya logistik semakin efisien, konektivitas antardaerah semakin kuat, investasi dan lapangan kerja semakin tumbuh, serta distribusi barang dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa membutuhkan sistem transportasi yang mampu menghubungkan seluruh wilayah secara efektif. Menurutnya, transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi menjadi urat nadi yang memperkuat persatuan dan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi.
“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujar AHY.
Karena itu, AHY menegaskan pembangunan konektivitas nasional tidak dapat hanya mengandalkan jaringan jalan tol. Penguatan transportasi laut dan udara dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem konektivitas yang menyeluruh.
Menurutnya, pendekatan pembangunan infrastruktur Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara kontinental yang bertumpu pada jaringan transportasi darat. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan strategi konektivitas yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
AHY menekankan bahwa penguatan konektivitas antarpulau menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional. Tanpa sistem transportasi yang terintegrasi, biaya distribusi barang dan jasa akan tetap tinggi dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Selain fokus pada pembangunan konektivitas, pemerintah juga terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat daya saing nasional. Indonesia mendorong kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, transfer pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kapasitas industri transportasi nasional agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
AHY menambahkan, yang terpenting dalam setiap kerja sama bukan hanya siapa mitra yang terlibat, melainkan bagaimana kolaborasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, pemerintah meyakini penguatan konektivitas, efisiensi logistik, dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (kom)