Naradaily-Sekitar 30 kepala keluarga (KK) warga Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Seirampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, masih bertahan di posko pengungsian Mushola SMK 1 Sei Rampah dan membutuhkan selimut serta obat-obatan. Sudah empat hari mereka mengungsi setelah banjir pada Kamis (27/11/2025) menenggelamkan rumah mereka.

Saleh (45), salah satu pengungsi, mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh selama menetap di posko. Ia berharap tim medis bisa datang langsung karena akses menuju posko medis sangat terbatas. “Ada posko medis, namun sangat jauh kami mau keluar perahu terbatas, berharap tim medis yang memantau datang ke lokasi kami ini,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Titin (45) juga mengungkapkan kebutuhan mendesak para pengungsi, terutama selimut dan obat-obatan seperti obat masuk angin dan anti nyamuk. “Kami butuh selimut kalau malam dingin, nyamuk banyak, kasihan anak-anak kami juga sudah mulai masuk angin,” ujarnya.

Meski demikian, pasokan makanan masih aman. Relawan rutin datang mengantar makanan sehingga para pengungsi tidak khawatir kekurangan logistik makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai, dr. Yohnly B Dachban, mengatakan pihaknya telah mendirikan dua posko khusus di Seirampah. Ia memastikan tenaga medis akan segera menuju lokasi. “Kita persiapkan dulu obat-obat dan akan diterobos ke lokasi pengungsi tersebut,” ujarnya. (kom)