Naradaily-Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis pagi, untuk meninjau langsung pembangunan hunian yang dibangun oleh Danantara. Pada hari kedua rangkaian kunjungan kerjanya, Presiden tiba di helipad PTPN IV Tapanuli Selatan sekitar pukul 09.10 WIB. Kehadiran Presiden disambut hangat oleh warga yang telah menunggu sejak pagi di sekitar area helipad.

Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyalami warga serta sejumlah pejabat yang turut mengantar, termasuk Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Tepat pukul 09.20 WIB, helikopter TNI AU Caracal yang membawa Presiden lepas landas menuju Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII/Silangit, Tapanuli Utara.

Setibanya di Bandara Silangit, Presiden kembali melanjutkan perjalanan udara menuju Landasan Udara Soewondo, Medan, sebelum akhirnya diterbangkan ke Kabupaten Aceh Tamiang. Presiden dijadwalkan mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Bukit Rata dan menuju lokasi pembangunan hunian untuk melakukan peninjauan langsung.

Dalam kunjungan ini, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau progres pembangunan rumah hunian yang dikerjakan BPI Danantara. Menurutnya, proyek hunian tersebut merupakan instruksi langsung Presiden dan ditargetkan membangun sekitar 500 hingga 600 unit dalam tahap awal.

Selain itu, Pemerintah menargetkan total 15.000 unit hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat rampung dalam waktu tiga bulan sebagai langkah percepatan penanganan pascabencana banjir di wilayah Sumatra. Danantara diketahui telah memulai pembangunan 15.000 unit rumah dari BUMN, dengan 500 unit pertama ditargetkan selesai dalam minggu ini. (kom)