Naradaily-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pengemudi mobil yang ditemukan tewas di tengah kemacetan akibat banjir pada Kamis (22/1). Pramono menyebut peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda ibu kota.
“Innalillahi wa innaillaihi raji’un. Terus terang saya berduka untuk itu. Dan saya tadi sudah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mendata, mencari tahu bagaimana proses meninggalnya,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, korban meninggal dunia saat terjebak kemacetan yang disebabkan oleh banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Pramono mengerahkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersama-sama menangani banjir dan kemacetan yang terjadi di sejumlah titik Jakarta.
Ia telah menginstruksikan seluruh dinas terkait, mulai dari Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), untuk saling bahu-membahu dalam mengatasi dampak cuaca ekstrem.
“Sehingga dengan demikian, urusan kemacetan memang menjadi perhatian, makanya kenapa saya mengizinkan dilakukan ‘Work From Home’ maupun ‘School From Home’. Itu untuk mengatasi itu,” kata Pramono.
Sebelumnya, seorang pria pengendara mobil berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di tengah kepadatan lalu lintas di Jalan Layang Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis siang. Peristiwa tersebut terjadi saat wilayah tersebut mengalami kemacetan panjang akibat banjir.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika mobil korban tiba-tiba mogok di tengah jalan.
“Jadi tadi sekitar jam 1 (siang) ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil terus tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Kemudian saksi ini memberitahu kepada anggota Satlantas,” ujar Alex.
Petugas Satuan Lalu Lintas kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa mobil korban yang diketahui beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara.
“Kemudian anggota Lantas membantu dorong mobil tersebut. Namun (mobil korban) direm tangan, sempat diketuk kacanya (mobil) namun tidak direspon,” ujar Alex.
Petugas pun berinisiatif membuka pintu mobil dan menemukan korban dalam kondisi tertunduk di depan kemudi.
“Jadi, kaus abu-abu dan celana jins biru, dia menunduk. Terus pas dicek denyut nadinya korban ini sudah tidak berdetak,” kata Alex.
Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah kita serahkan ke RSCM,” katanya. (kom)