Naradaily-Ratusan rumah warga di Kota Solok, Sumatera Barat, terendam banjir setelah debit air Sungai Batang Lembang meningkat akibat hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam waktu lama menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi akses jalan serta permukiman.
Banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanah Garam, Kelurahan KTK, Kelurahan Koto Panjang, dan Kelurahan Sinapa Piliang. Selain banjir, sejumlah kejadian pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam.
Hingga pukul 11.30 WIB, BPBD mencatat 559 KK atau 1.279 jiwa terdampak banjir. Di Kelurahan Tanah Garam, 480 KK dengan 973 jiwa terdampak, termasuk 62 balita dan 31 lansia. Di Kelurahan KTK, banjir memengaruhi 51 KK dengan 188 jiwa, termasuk 11 balita dan 8 lansia. Sementara di Kelurahan Koto Panjang tercatat 9 KK dengan 41 jiwa terdampak, dan di Kelurahan Sinapa Piliang terdapat 18 KK dengan total 73 jiwa, termasuk 15 balita dan 20 lansia.
Selain banjir, BPBD juga menangani pohon tumbang yang menimpa rumah warga bernama Asmi Akmal di Kampung Jawa. Pembersihan telah dilakukan meski belum sepenuhnya selesai. Di Tanah Garam, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan warga, namun kini sudah dibersihkan.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu rumah mengalami rusak ringan dan satu lainnya rusak berat,” kata Edrizal. Ia menegaskan bahwa petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan di wilayah rawan banjir.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait, perangkat kelurahan, dan warga setempat untuk evakuasi. Saat ini masyarakat membutuhkan alat kebersihan, sembako, family kit, serta matras dan selimut. Edrizal mengimbau warga tetap waspada karena hujan masih berlangsung dan banjir belum surut. (kom)