Naradaily-Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tehran akan memulai evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran secara bertahap mulai hari ini melalui Baku, Azerbaijan. Plt Direktur Pelindung WNI Kemlu RI Heni Hamidah rencana evakuasi ini dilakukan dengan koordinasi bersama KBRI Tehran dan KBRI Baku.

“Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan. Tapi mungkin jalur-jalur evakuasi ini akan diliat sesuai kondisi real di lapangan dan akan ditentukan teman-teman di perwakilan kita di KBRI Tehran dan KBRI Azerbaijan (Baku),” jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

“Untuk sementara batch pertama ini ada 32 orang (yang akan dievakuasi), tapi ini masih baru mulai, kita akan lihat lagi,” imbuhnya. Heni menambahkan, selain WNI yang tinggal di sana, mereka yang akan dievakuasi termasuk “WNI yang sedang berkunjung ke Iran dan tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan, ikuti jalur evakuasi.”

“Batch pertama mungkin ketibaan (di Tanah Air) 9-10 (Maret),” kata Heni. Sedangkan untuk rencana evakuasi selanjutnya, Heni mengatakan akan diputuskan Pemerintah setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan dan aspek lainnya, termasuk asesmen dari KBRI Tehran.

“KBRI Tehran juga akan terus melakukan engagement dan outreach dengan WNI yang masih berada di wilayah Tehran, baik WNI yang tinggal menetap di sana maupun WNI yang sedang berada di Iran,” tandas Heni. Sementara itu, Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kemlu RI Duta Besar Santo Darmosumarto mengatakan, Pemerintah mengikuti eskalasi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

“Kemlu sudah melakukan beberapa hal, tentunya berkoordinasi dengan perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah untuk melakukan beberapa hal,” jelas Duta Besar Santo. “Ada lebih dari 519 WNI di Timur Tengah, sekitar 329 warga negara kita tinggal di Iran,” tambahnya.

Diketahui, Israel dan Amerika Serikat terus melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu, menewaskan sedikitnya 926 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi. Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada. (sic)