Naradaily-Tesla kehilangan gelarnya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia pada 2025, setelah disalip BYD dari China. Kalahnya Tesla ini menyusul penurunan penjualan kendaraan untuk tahun kedua berturut-turut.
Melansir BBC, Sabtu (3/1/2026), meskipun sukses merajai otomotif listrik, penjualan BYD juga tak terlalu menggembirakan. Pihaknya menutup Desember 2025 dengan kinerja yang cukup mengejutkan.
Produsen kendaraan energi baru (NEV) terbesar di China itu mencatat penjualan global kendaraan penumpang sebanyak 414.784 unit. Melansir dari Carnewschina, Sabtu (3/1/2026), angka tersebut turun 18,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan melemah 12,7 persen dibandingkan November.
Ini menjadi penurunan YoY keempat berturut-turut bagi BYD. Di tengah perlambatan tersebut, pasar luar negeri justru menjadi penopang BYD.
Penjualan ekspor BYD pada Desember menembus 133.172 unit, melonjak 133 persen YoY dan menjadi rekor bulanan tertinggi perusahaan. Secara rinci, BYD membukukan penjualan 190.712 kendaraan listrik murni (BEV) pada Desember, turun 8,2 persen YoY.
Ini merupakan penurunan tahunan pertama sepanjang 2025 dan hanya penurunan YoY ketiga penjualan BEV BYD dalam lima tahun terakhir. Dua penurunan sebelumnya terjadi pada Februari 2024 karena terdampak libur Tahun Baru Imlek dan Juli 2024.
Sementara itu, penjualan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) mencapai 224.072 unit, merosot 25,7 persen YoY. Tren ini menandai penurunan sembilan bulan beruntun sejak April.
Perlu dicatat, BYD telah menghentikan penjualan mobil bermesin bensin murni sejak April 2022, sepenuhnya berfokus pada BEV dan PHEV. Sepanjang 2025, BYD menjual 4.550.036 kendaraan penumpang, naik 7,1 persen dibandingkan 2024.
Meski tumbuh, laju ini jauh lebih moderat dibandingkan lonjakan dua digit, bahkan tiga digit yang dinikmati perusahaan sejak 2021. Dari total tersebut, penjualan BEV mencapai 2.254.714 unit (naik 27,9 persen), sedangkan PHEV tercatat 2.288.709 unit (turun 7,9 persen).
Komposisi penjualan pun berubah signifikan, BEV kini menyumbang 49,6 persen dari total penjualan BYD 2025, naik dari 41,5 persen pada 2024 serta PHEV berkontribusi 50,4 persen. Kinerja luar negeri menjadi sorotan utama.
Untuk pertama kalinya, penjualan BYD di luar China menembus 1 juta unit, tepatnya 1.046.083 kendaraan, melonjak 150,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika digabung dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada Desember mencapai 420.398 unit, dengan akumulasi 4.602.436 unit sepanjang 2025.
Awalnya, BYD memasang target ambisius 5,5 juta unit untuk 2025, bahkan sempat beredar spekulasi target 6,5 juta unit kemudian direvisi menjadi 4,6 juta unit pada September. Namun, tantangan ke depan diperkirakan kian berat.
Pasar domestik China melemah, seiring pengawasan pemerintah terhadap strategi diskon agresif, serta meningkatnya persaingan dari produsen lain yang menawarkan EV terjangkau dengan kualitas kompetitif, seperti Geely dan Leapmotor. Ke depan, performa BYD pada 2026 akan sangat bergantung pada ekspansi global. (sic)