Naradaily-Bos teknologi Neuralink Elon Musk memprediksi masa depan ponsel pintar (smartphone) dalam bentuk fisik akan menjadi barang usang. Menurutnya, keberadaan smartphone akan tergantikan oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) serta implan otak sebelum 2030.

Spekulasi mengenai rencana pemilik Tesla ini memproduksi ponsel berbasis AI memang telah menyebar sejak 2025. Namun, dalam penjelasannya dalam program Joe Rogan Experience yang dilihat dari media sosial pribadi Elon Musk, @elonmusk, pada Selasa (25/8/2026), dirinya menegaskan proyek tersebut belum direalisasikan dan baru akan diproduksi jika benar-benar mendesak.

Musk menekankan dirinya tidak bermaksud meluncurkan ponsel biasa, melainkan sebuah gawai dengan konsep yang berbanding terbalik dari pengertian perangkat seluler saat ini. “Kami tidak akan membuat telepon seluler dalam arti tradisional. Apa yang kita sebut sebagai telepon nantinya hanyalah node periferal untuk inferensi AI yang terhubung secara nirkabel. AI di server akan berkomunikasi langsung dengan AI di perangkat Anda dan menghasilkan video secara real-time dari apa pun yang Anda bayangkan,” terang Musk.

Dalam pengembangannya yang diperkirakan siap dalam lima hingga enam tahun ke depan, perangkat masa depan ini tidak akan lagi bergantung pada sistem operasi maupun aplikasi konvensional. Gawai tersebut hanya berupa antarmuka layar dan audio yang bertumpu pada interaksi langsung antara manusia dan AI.

“Apa pun yang Anda pikirkan, atau apa pun yang diprediksi oleh AI sebagai kebutuhan Anda, perangkat ini akan langsung menampilkannya,” lanjutnya. Visi pemusnahan perangkat fisik ini sebenarnya telah diungkapkan Musk pada ajang Neuralink 2025.

Saat itu, ia menyebut ponsel pintar akan tergantikan seiring makin canggih dan amannya implan otak untuk diadopsi secara massal. Langkah menuju era antarmuka otak komputer tersebut telah dimulai sejak Januari 2024.

Melalui Neuralink, Musk mencatatkan sejarah saat berhasil menanamkan chip otak pertama pada Noland Arbaugh, penderita kelumpuhan total (quadriplegia) akibat kecelakaan pada 2016. Melalui chip tersebut, Arbaugh meraih kembali kemandirian digitalnya dengan mampu mengendalikan kursor komputer hingga bermain gim video hanya menggunakan pikiran. (sic)