Naradaily-Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memuji peran Indonesia di ASEAN. Ia menyebut, negara-negara Eropa sangat mengamati dinamika yang terjadi di Indo-Pasifik, termasuk di Indonesia.
“Kami melihat peran pentingnya ASEAN dalam mengembangkan arsitektur keamanan di kawasan ini. Dan, Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN,” ujar Presiden Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).
Menurut Steinmeier, Indonesia konsisten memperkuat pengaruh dan kontribusi di tingkat ASEAN, terutama menjaga stabilitas kawasan. Dia menilai keberadaan Indonesia di Asia Tenggara juga berkontribusi positif bagi keseimbangan kawasan Indo-Pasifik.
Ia juga menyebut, stabilitas keamanan regional menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan hubungan perdagangan. Pemerintah Jerman berharap stabilitas kawasan yang terus dijaga Indonesia membuka peluang investasi baru serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Menurut Steinmeier, penguatan arsitektur keamanan kawasan juga akan mendukung interaksi dan kerja sama antarpelaku usaha dari Indonesia dan Jerman. Komitmen menjaga stabilitas kawasan akan menjadi pembahasan berkelanjutan antara pemerintah Indonesia dan Jerman.
Sebagai pelopor Deklarasi Bangkok 1967, Indonesia menjalankan peran mediator dalam konflik kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi lokasi Kantor Sekretariat Tetap ASEAN sebagai pusat administrasi diplomasi antarnegara anggota.
Indonesia memprakarsai pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk integrasi pasar bebas. Indonesia juga menggerakkan kerja sama sektor pendidikan serta mempromosikan penegakan hak asasi manusia melalui Komisi Antar-Pemerintah ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia dan Jerman di berbagai bidang. “Saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden Steinmeier atas kunjungannya kembali ke Indonesia. Ini kehormatan besar bagi kami,” kata Presiden Prabowo mengawali sambutannya usai pertemuan bilateral tersebut.
Prabowo mengatakan, kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena menunjukkan eratnya hubungan kedua negara yang selama ini terjalin dengan baik. Kunjungan tersebut, lanjutnya, juga menjadi momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh ketidakpastian.
“Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas. Kunjungan ini juga mengawali peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2027 yang akan datang,” ujarnya. Pada pertemuan tersebut, kedua kepala negara membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman, khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
“Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia-European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif,” ujarnya.
Prabowo berharap, Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian di tingkat Uni Eropa sehingga dapat segera memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara. (sic)