Naradaily-Kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan terjadi di KM 93 Jalan Tol Cipularang pada Kamis malam. Insiden tersebut diduga dipicu oleh sebuah truk kontainer yang mengalami masalah pada sistem pengereman.
Kepala Induk PJR Cipularang, Joko Prihantono, menyampaikan kecelakaan bermula saat sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9367 UEL melaju dari arah Bandung menuju Jakarta melalui lajur satu.
Saat kendaraan itu tiba di lokasi kejadian, arus lalu lintas di depan dilaporkan sedang padat menyusul adanya sebuah kendaraan dump truck yang mengalami gangguan di bahu jalan.
Truk kontainer tersebut diduga mengalami masalah pengereman atau rem blong sehingga pengemudi berinisial MY tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
Truk kontainer itu kemudian menghantam mobil pikap bernopol B 9718 VAF yang berada di depannya, yang kemudian memicu tabrakan berantai dan melibatkan delapan kendaraan lain di lokasi kejadian.
Sepuluh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut di antaranya truk kontainer bernopol B 9367 UEL, mobil pikap B 9718 VAF, mobil truk BL 8752 NP, Toyota Rush F 1308 AZ, Daihatsu Sigra T 1394 BJ, serta mobil tronton boks D 9481 AF. Selain itu, Toyota Hiace E 7666 AA, Toyota Raize T 1518 HO, Mazda Biante, dan Toyota Agya juga ikut terdampak dalam insiden tersebut.
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menyampaikan kecelakaan beruntun tersebut terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 20.18 WIB.
Berdasarkan keterangan sementara dari petugas di lapangan, kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yang merupakan sopir dan kondektur mobil pikap. Selain itu, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka berat.
“Seluruh korban yang telah dievakuasi, dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut,” kata Agni.
Kecelakaan yang melibatkan sepuluh kendaraan itu sempat membuat seluruh lajur jalan tidak dapat dilintasi. Petugas dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola ruas tol telah berada di lokasi bersama petugas Patroli Jalan Raya, tim rescue, derek, ambulans, serta Mobile Customer Service (MCS).
Upaya penanganan terus dilakukan hingga akhirnya pada pukul 20.59 WIB satu lajur mulai dapat dilintasi kendaraan. Selanjutnya, pada pukul 21.43 WIB dua lajur tol kembali bisa digunakan oleh pengguna jalan. (kom)