Naradaily-Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan bahwa PT Pindad, sebagai industri pertahanan dengan sejarah panjang, harus mampu menjadi motor inovasi dalam pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia. Ia menyebut Pindad sebagai simbol perjalanan bangsa dalam membangun kemandirian alutsista sejak masa awal Republik.
“Pindad adalah wajah sejarah perjuangan kemandirian alutsista Indonesia dari masa awal kemerdekaan hingga era modern. Tugas kita hari ini adalah memastikan kejayaan itu berlanjut dan bertransformasi sesuai tuntutan zaman,” kata Banyu di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Pindad (Persero) di Jawa Barat pada 4–6 Desember 2025 untuk meninjau penguatan industri pertahanan nasional. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan arah pembangunan industri pertahanan tetap sejalan dengan visi kemandirian teknologi nasional serta kebutuhan pertahanan masa depan.
Menurut Banyu, peran Pindad sangat strategis dalam membangun fondasi kemandirian industri pertahanan Indonesia. Transformasi industri pertahanan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat inovasi teknologi yang berkontribusi pada ekonomi nasional.
“Pengembangan mobil Maung electric vehicles menakar potensi integrasi AI pada alutsista dan percepatan industri drone nasional adalah representasi nyata kemandirian teknologi bangsa,” ujarnya.
Kunjungan tersebut, lanjut Banyu, mempertegas komitmen untuk mendorong Pindad agar mampu sejajar dengan industri pertahanan global melalui inovasi, penguatan kapasitas, dan modernisasi teknologi. Dengan dukungan regulasi dan pendampingan yang berkelanjutan, ia berharap Pindad tetap menjadi pilar kemandirian pertahanan sekaligus motor penggerak ekonomi nasional berbasis inovasi. (kom)