Naradaily-Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berharap pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dapat menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan arah masa depan bangsa dan negara.

Harapan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin. Menurutnya, Megawati merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin negara sekaligus memiliki hubungan personal yang baik dengan Presiden Prabowo.

“Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan,” kata Hasto.

Ia menilai hubungan antara Prabowo dan Megawati selama ini terjalin dengan baik serta dilandasi komitmen yang sama untuk menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keakraban kedua tokoh tersebut juga terlihat saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin. Seusai upacara, keduanya tampak meninggalkan lokasi sambil tersenyum dan bergandengan tangan.

“PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Hasto.

Menurutnya, suasana hangat yang ditunjukkan kedua tokoh bangsa tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Hasto juga menilai komunikasi yang baik, rasa saling menghormati, serta hubungan harmonis antara Prabowo dan Megawati merupakan modal penting untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Hasto menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo, mulai dari persoalan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga berbagai masalah sosial.

Menurut dia, sebagian tantangan tersebut merupakan akumulasi persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk mencari solusi terbaik.

Hasto mengatakan akumulasi yang dimaksud merupakan persoalan dan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya, khususnya pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo.

“PDI Perjuangan memandang penting adanya objektivitas dalam melihat situasi nasional. Karena itu dibutuhkan semangat persatuan nasional dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat dialog kebangsaan, mempererat persaudaraan antarkomponen bangsa, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.

“Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” kata Hasto. (kom)