Naradaily-Studio Jeihan Art Center (SJAC) merupakan ruang seni yang menyimpan jejak panjang perjalanan kreatif mendiang maestro lukis Indonesia, Jeihan Sukmantoro. Berlokasi di kawasan perbukitan Bandung, tempat ini menjadi rumah bagi karya-karya ikonik “mata hitam” yang telah dikenal luas sebagai simbol spiritualitas dan refleksi sosial dalam seni rupa Indonesia.
Sebelumnya dikenal sebagai Studio Jeihan, ruang ini resmi bertransformasi menjadi Studio Jeihan Art Center pada 12 Mei 2024. Perubahan nama tersebut menandai komitmen SJAC untuk lebih terbuka kepada publik sebagai pusat kesenian, galeri permanen, sekaligus ruang dialog seni kontemporer lintas generasi.
Di dalam studio, pengunjung dapat menyaksikan langsung lukisan-lukisan khas Jeihan dengan figur manusia bermata gelap pekat, karya patung perunggu seperti “Tiga Wajah”, seni keramik, hingga koleksi buku dan puisi karya sang maestro. Seluruh koleksi tersebut merekam lebih dari 50 tahun perjalanan artistik Jeihan Sukmantoro.
Atmosfer di SJAC terasa tenang dan kontemplatif. Area studio yang luas dan asri sering dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati karya seni secara lebih intim, jauh dari hiruk pikuk galeri komersial. Kehadiran piano antik dan gamelan semakin memperkuat nuansa budaya yang hidup di ruang ini. Selain pameran permanen, Studio Jeihan Art Center juga aktif menggelar berbagai agenda seni dan budaya. Pameran temporer, termasuk pameran kolaboratif dan residensi seniman, rutin dihadirkan sebagai bagian dari upaya merawat dialog kreatif antara seniman dan publik. (kom)