Naradaily-Gubernur Aceh Muzakir Manaf akan mengambil tindakan hukum terhadap ritel dan swalayan yang menaikkan harga kebutuhan pokok. Ia mengingatkan para pengusaha dan pedagang kebutuhan pokok tak menaikkan harga untuk mengambil keuntungan yang mencekik warga di tengah bencana.

Pria yang akrap disapa Mualem itu menegaskan, akan mengambil tindakan hukum terhadap gerai-gerai ritel atau swalayan yang menjual kebutuhan pokok dengan harga-harga tak wajar kepada masyarakat yang saat ini masih mengalami keadaan bencana banjir bandang dan tanah longsor. “Saya Gubernur Aceh mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga sembako di tengah kondisi bencana ini,” ujar Mualem dikutip dari unggahan video di akun Instagram resminya @muzakirmanaf1964, Senin (8/12/2025).

Ia meminta agar komoditas kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak bencana saat ini dijual dengan harga normal. “Kalau Anda tidak indahkan pengumuman ini, akan saya ambil tindakan hukum,” tegasnya lagi.

Ia juga menegaskan kepada pengusaha-pengusaha ritel yang menjual barang-barang pokok untuk tak melakukan penimbunan hingga penggelembungan harga. Sebab, lanjutnya, kondisi masyarakat di Aceh saat ini dalam keadaan membutuhkan barang-barang pokok akibat banjir bandang dan tanah longsor.

“Dan saya harapkan kepada Indomaret dan Alfamart kalau tidak diindahkan pengumuman ini, nanti saya cabut izin kamu semua,” tegasnya. Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis data terbaru, terkait banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, hari ini.

Hingga pukul 10.01 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 930 jiwa. Selain itu, 272 orang masih hilang dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka.

BNPB melaporkan, sedikitnya ada 52 kabupaten dan kota dengan total sekitar 155.200 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Fasilitas umum, kesehatan, rumah ibadah, gedung perkantoran, jembatan dan fasilitas pendidikan turut terdampak cukup parah.

Melalui situs resminya, BNPB merinci kerusakan tersebut meliputi 1.200 fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung atau kantor serta 405 jembatan. Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Agam, Aceh, dengan 179 jiwa. Disusul Aceh Utara 128 korban, Tapanuli Tengah 102 korban dan Tapanuli Selatan 85 korban. (sic)