Naradaily-Sekeluarga tewas di dalam minibus Tol Trans-Jawa akibat keracunan gas AC. Empat orang sekeluarga tewas dalam tragedi ini terjadi setelah sopir menolak dirawat.
Tragedi memilukan menimpa satu keluarga asal Bekasi yang sedang menuju Pacitan di Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Empat orang, terdiri dari tiga dewasa dan satu balita, ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di bahu Jalan kilometer 284, Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Kamis (11/12/2025).
Mesin kendaraan ditemukan masih menyala. Dugaan awal polisi menyebutkan korban meninggal akibat keracunan gas freon dari AC yang terus bekerja saat kendaraan dalam kondisi berhenti.
Petugas patroli jalan tol mulai curiga ketika melihat minibus tersebut terparkir tanpa aktivitas antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Petugas dari Polres Tegal kemudian dipanggil untuk memeriksa kendaraan.
Setelah pintu dibuka, keempat penumpang ditemukan telah meninggal dunia. Evakuasi segera dilakukan oleh personel Polres Tegal dan petugas tol. Petugas kamar jenazah RSUD dr Soeselo Tegal, Waras, mengonfirmasi identitas para korban.
“Datang sekitar jam 08.00 WIB pagi. Korbannya empat orang, dibawa oleh ambulans tol. Informasinya masih satu keluarga dalam perjalanan dari Bekasi ke Pacitan,” ujarnya.
Sopir Tolak Perawatan Medis
Beberapa jam sebelum tragedi, Kamis siang sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, kendaraan sempat berhenti di rest area kilometer 250 Brebes. Berdasarkan keterangan petugas, sang sopir sempat mengeluh tidak enak badan akibat kelelahan parah.
Petugas medis yang memeriksa menilai kondisi sopir mengkhawatirkan dan menyarankan agar ia segera dirujuk ke rumah sakit. Namun, sopir menolak dan memilih melanjutkan perjalanan. Keputusan ini diduga menjadi penyebab awal rangkaian kejadian fatal tersebut.
Kapolsek Tarub Iptu Muhlisin membenarkan, kronologi tersebut dan penyelidikan masih berjalan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah selesai dan jenazah dibawa ke RSUD dr Soeselo Tegal untuk autopsi.
“Dugaan sementara adalah keracunan gas freon dari AC yang tetap menyala saat kendaraan berhenti dengan kabin tertutup,” jelas Muhlisin, dikutip Jumat (12/12/2025). Dua korban telah teridentifikasi bernama Purwanto dan Wiyanti, sementara dua lainnya masih dalam tahap verifikasi lanjutan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pengguna jalan tol mengenai pentingnya kondisi fisik prima dan bahaya penggunaan AC saat kendaraan berhenti dalam waktu lama. (sic)