Naradaily-Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan segera menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan MinyaKita kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa bantuan pangan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita yang akan diberikan selama dua bulan. “Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” kata Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, keputusan penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar pada 29 Januari 2026 di Jakarta dan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng dilakukan sekali salur untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Amran menambahkan, jumlah penerima bantuan diperluas dengan menyasar masyarakat desil I hingga IV, seperti pada penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat. Dengan kebijakan ini, jumlah KPM meningkat signifikan menjadi 33,2 juta setiap bulan, atau sekitar 81,9 persen lebih banyak dibandingkan program serupa sebelumnya yang hanya menjangkau 18,2 juta KPM per bulan.
“Nantinya setiap KPM akan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi 1 bulan yang disalurkan oleh Perum Bulog,” bebernya. Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter, dengan total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun.
Menurut Amran, program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 2026. Ia berharap stimulus ekonomi tersebut dapat membantu menekan inflasi pangan agar tetap terkendali dan stabil selama periode tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan penyaluran bantuan pangan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. “Sudah ditentukan bulan Februari dan Maret akan dilaksanakan penyaluran Banpang kepada lebih kurang 30 juta penerima manfaat. Jadi kami sudah siapkan memang di bulan Februari dan Maret untuk segera disalurkan bantuan pangan di tahap pertama tahun 2026,” kata Rizal.
Sebagai informasi, program bantuan pangan yang dijalankan Bapanas bersama Bulog pada 2025 dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada alokasi Juni dan Juli berupa bantuan beras 10 kilogram per bulan kepada 18,2 juta KPM. Pada tahap berikutnya, yakni Oktober dan November, pemerintah menambahkan bantuan 2 liter minyak goreng dengan jumlah penerima yang sama. (kom)