Naradaily-Proses eksekusi pengosongan kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) atau eks Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), berlangsung ricuh. Proses tersebut dilakukan sejak tadi pagi dan saat sejumlah tamu masih berada di dalam hotel.

Aparat kepolisian bersama personel Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) terpaksa mengevakuasi para pengunjung demi menjaga keamanan selama proses pengosongan berlangsung. Berdasarkan pantauan sejumlah media di lokasi, tampak masih ada tamu yang berada di area lobi saat petugas mulai memasuki bangunan hotel.

Beberapa di antaranya baru turun dari lift sambil membawa koper dan barang bawaan. Situasi tersebut membuat sebagian tamu tampak kebingungan karena tidak mengetahui bahwa eksekusi kawasan eks Hotel Sultan akan dilaksanakan pada hari itu.

Sejumlah pengunjung terlihat bertanya kepada aparat mengenai kondisi yang sedang terjadi. Bahkan, seorang tamu tampak panik di sudut ruangan dan mendapat pendampingan dari orang-orang di sekitarnya untuk menenangkan diri.

Untuk menghindari risiko keamanan, petugas gabungan dari kepolisian dan PPKGBK kemudian mengarahkan para tamu keluar dari gedung secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pengunjung dapat meninggalkan area hotel dengan aman tanpa terjebak dalam kerumunan atau potensi gangguan yang mungkin terjadi selama proses eksekusi berlangsung.

Beberapa tamu yang ditemui mengaku tidak menerima informasi sebelumnya terkait rencana pengosongan kawasan eks Hotel Sultan. Mereka menyatakan masih memiliki jadwal menginap hingga Kamis dan baru mengetahui adanya eksekusi ketika aparat mulai memasuki area hotel.

Selain tamu yang menginap, sejumlah warga juga diketahui berada di dalam kawasan hotel untuk berbagai keperluan pribadi. Salah seorang warga mengaku datang hanya untuk berjalan-jalan dan berencana menemui rekannya yang sedang menginap di Hotel Sultan.

Namun, kedatangannya bertepatan dengan dimulainya proses eksekusi sehingga ia ikut terdampak pengamanan yang dilakukan aparat. Sejak pagi, kawasan eks Hotel Sultan telah dipadati aparat gabungan yang mengamankan jalannya eksekusi. Personel dari PPKGBK, kepolisian, dan TNI ditempatkan di sejumlah lokasi strategis di sekitar lokasi.

Pada sisi lain, kelompok simpatisan dan massa penolak eksekusi menggelar aksi demonstrasi di depan gedung hotel. Mereka menyuarakan penolakan terhadap langkah pengosongan yang dilakukan pemerintah.

Sejumlah spanduk penolakan terlihat terpasang di berbagai bagian bangunan hotel. Salah satunya bertuliskan “Tolak Eksekusi Hotel Sultan Tanpa Ganti Rugi”.

Selain memasang spanduk, massa juga melakukan orasi secara bergantian untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait proses pengosongan kawasan tersebut. Untuk membatasi akses menuju area utama hotel, petugas memasang pagar kawat di sejumlah lokasi.

Aparat keamanan juga membentuk beberapa lapis pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan eksekusi. Pengamanan eksekusi kawasan Blok 15 GBK melibatkan ribuan personel gabungan dari unsur TNI dan Polri.

Sekitar 3.000 personel bantuan kendali operasi (BKO) dikerahkan untuk mengawal jalannya proses pengosongan. Selain menjaga area hotel, aparat juga melakukan pengamanan di sejumlah akses menuju kawasan Gelora Bung Karno.

Beberapa ruas jalan dan lokasi akses di sekitar kompleks GBK ditutup sementara untuk mendukung kelancaran operasi sekaligus mengendalikan pergerakan massa. Hingga proses berlangsung, aparat terus melakukan sterilisasi area dan memastikan seluruh pengunjung maupun pihak yang tidak berkepentingan meninggalkan kawasan secara aman.

Sementara itu, massa penolak eksekusi masih bertahan di sekitar lokasi untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait pengosongan eks Hotel Sultan yang menjadi bagian dari kawasan Gelora Bung Karno. Sejumlah provokator juga dikabarkan telah diamankan petugas. (sic)