Naradaily-PDI Perjuangan (PDIP) belum menyusun strategi khusus untuk menghadapi Pemilu 2029, meski dinamika pencalonan sejumlah tokoh mulai mencuat. Salah satunya adalah rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira mengatakan, partainya masih menganggap pelaksanaan Pemilu 2029 terlalu jauh untuk menjadi fokus pembahasan. “Enggak tahu, pemilu masih lama. Pemilu masih lama,” ujar Hugo yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan ketika Hugo ditanya mengenai sikap PDIP terhadap dinamika pencalonan anggota legislatif untuk Pemilu 2029, termasuk rencana Kaesang bertarung di Dapil V Jawa Tengah. Hugo tidak memerinci apakah PDIP telah menyiapkan langkah tertentu untuk menghadapi pencalonan Kaesang di dapil tersebut.

Hugo menegaskan pembahasan mengenai strategi menghadapi Pemilu 2029 belum menjadi prioritas partai. Menurut dia, waktu pelaksanaan pesta demokrasi tersebut masih cukup panjang sehingga PDIP belum masuk pada tahap pembahasan strategi pencalonan secara khusus.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga telah memberikan tanggapan terkait rencana Kaesang maju dari dapil yang sama dengannya. Puan yang juga menjabat ketua DPR menyebut setiap partai politik memiliki kewenangan untuk menentukan tokoh yang akan diusung di daerah pemilihan tertentu.

“Itu hak setiap parpol untuk mengajukan setiap nama di semua dapil,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pun demikian dengan Ganjar Pranowo.

Politisi senior dari PDIP itu sebelumnya juga menyebut tidak masalah jika Kaesang akan nyaleg di Dapil V Jawa Tengah. “Sebagai warga negara, siapa pun dia, memiliki hak konstitusional yang sama untuk mencalonkan diri dari daerah pemilihan mana pun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apalagi beliau memang berasal dari Solo, sehingga memilih Dapil V Jawa Tengah tentu merupakan hak politik yang patut dihormati,” ulasnya.

Eks Gubernur Jawa Tengah ini lantas berbicara soal negara demokratis. Ia pun percaya bahwa rakyat akan menilai dari rekam jejak hingga kerja yang nyata.

“Bagi PDI Perjuangan, ini bukan soal siapa berhadapan dengan siapa, melainkan bagaimana rakyat diberi kesempatan menentukan pilihannya secara bebas dan demokratis. Kami menghormati setiap peserta pemilu, dan tetap percaya bahwa kedekatan dengan rakyat, rekam jejak, serta kerja nyata akan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memberikan mandat,” tuntasnya. (sic)