Naradaily-Pemenang desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Fajar Novario, mengungkapkan bahwa proses kreatif perancangan logo tersebut terinspirasi dari cara pandang para pendiri bangsa dalam memaknai keberagaman Indonesia.
“Kami mengambil pandangan dari founding father (pendiri bangsa). Kami memosisikan diri kami sebagai founding father yang ada di Indonesia dulu, saat mereka merumuskan Pancasila,” kata Fajar, Rabu (16/7/2026).
Fajar menjelaskan, dirinya bersama tim pada awalnya mencoba memasukkan puluhan simbol dan elemen visual yang dianggap mewakili tema “Berdaulat, Adil, dan Makmur” ke dalam desain logo HUT ke-81 RI.
Namun, pendekatan tersebut kemudian berubah setelah menerima masukan dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
“Kami dapat kritik yang lumayan pedas tuh dari asosiasi, karena terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi istilahnya,” kata Fajar.
Setelah itu, ia memulai kembali proses kreatif dengan mencoba mengambil perspektif para pendiri bangsa saat merumuskan dasar negara Indonesia.
Fajar mengaku terinspirasi dari pemikiran para pendiri bangsa mengenai kesamaan nasib, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air sebagai landasan utama dalam pengembangan konsep desain.
“Nah, tiga ini kita coba direlevansikan dengan gaya desain dan tema yang ada sekarang. Dari instrumen-instrumen tiga itu tadi, mereka itu merumuskan Pancasila,” kata pria lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang itu.
Meski demikian, pendekatan tersebut tidak diterjemahkan secara langsung ke dalam bentuk visual logo, melainkan menjadi dasar cara berpikir dalam menemukan simbol yang mampu merepresentasikan keberagaman Indonesia.
Fajar kemudian memilih menghadirkan desain yang sederhana, tegas, serta terbuka terhadap berbagai interpretasi dari masyarakat.
Ia menjelaskan angka delapan yang saling menyilang pada logo HUT ke-81 RI melambangkan kolektivitas, gotong royong, dan sinergi di antara berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, keterhubungan antara angka delapan dan angka satu menggambarkan pertumbuhan menuju tujuan bersama sebagai sebuah bangsa.
Konsep visual tersebut juga lahir dari eksplorasi terhadap pola dan bentuk budaya Nusantara yang kemudian diwujudkan menjadi simbol ikatan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman.
Fajar menegaskan dirinya sengaja tidak menghadirkan makna yang terlalu spesifik agar masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dapat menerjemahkan logo tersebut sesuai pengalaman dan perspektif masing-masing.
“Apapun yang diterjemahkan oleh masyarakat, itu poinnya yang mempersatukan kita,” ujarnya.
Selain makna filosofis, logo tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek keterbacaan dan kemudahan penerapan pada berbagai media komunikasi dan publikasi.
“Kita bikin semudah mungkin untuk diterima sama masyarakat, mudah dilihat, dan mudah diaplikasikan,” kata dia.
Fajar yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, dan merupakan co-founder Auman Design Bureau serta penggagas Padang Desain Area, terpilih sebagai pemenang desain logo HUT ke-81 RI setelah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari kurasi portofolio, wawancara, pendampingan intensif, hingga pemungutan suara publik.
Logo karya Fajar berhasil meraih 44,73 persen suara dari total 68.569 suara yang masuk selama lima hari masa pemilihan.
Melalui desain bertajuk “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh”, karya Fajar berhasil mengungguli empat finalis lainnya, yakni desain karya David Wirawan P dari Surakarta, Jawa Tengah, dengan konsep “8 Harapan, 1 Tujuan”, karya Kanda Putra dari Denpasar, Bali, dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung”, karya Rizkiawan dari Malang, Jawa Timur, dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama”, serta karya Tiffany Djohan dari Batam, Kepulauan Riau, dengan konsep “Demokrasi dan Kemandirian”. (kom)