Naradaily-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) ladang gas alam cair (LNG) raksasa di cekungan abadi Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku, pada Kamis (16/7/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan prosesi groundbreaking Blok Masela tersebut direncanakan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
“Besok iya (acara groundbreaking Blok Masela, red.). Nanti kita lihat ya (soal kehadiran Presiden, red.), tetapi Insya Allah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela,” kata Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.
Terkait kemungkinan Presiden menghadiri acara tersebut secara virtual, Bahlil menyatakan keputusan mengenai kehadiran secara langsung maupun daring sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo.
“Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri,” ujar Bahlil.
Prosesi groundbreaking proyek LNG Blok Masela dijadwalkan berlangsung di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Sejumlah persiapan telah dilakukan menjelang pelaksanaan acara tersebut.
Dalam rangka pengamanan, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX yang bertugas menjaga wilayah perairan Laut Arafura menggelar patroli laut di sekitar Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Rabu.
Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas sebagai bagian dari pengamanan kegiatan berskala nasional tersebut.
Selain patroli laut, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan berbagai rute pelayaran, termasuk jalur evakuasi atau escape route untuk mengantisipasi situasi darurat selama acara berlangsung.
Laksda Hanarko bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto juga mengikuti simulasi prosesi groundbreaking yang digelar di Ruang Serbaguna Yonif 734/SNS KKT.
Di lokasi terpisah, Komandan Satuan Patroli Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Irwin Kurniady memimpin apel pengamanan VVIP di Lapangan Apel Mako Lanal Saumlaki.
Setelah itu, Komandan Kodaeral IX bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung kesiapan lokasi groundbreaking di Desa Lermatang.
“Secara fisik, progress pembangunan infrastruktur pendukung dan seluruh kebutuhan seremoni telah mencapai 90 persen. Masih ada waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan minor sehingga pada saat pelaksanaan nanti seluruh persiapan dapat rampung 100 persen,” kata Gubernur Maluku sebagaimana dikutip dari siaran resmi Dinas Penerangan Kodaeral IX.
Gubernur Maluku menilai proyek Blok Masela menjadi momentum penting bagi pembangunan daerah serta pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Momentum ini menjadi langkah penting bagi masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan,” kata dia. (kom)