Naradaily-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap penyelenggaraan Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Harapan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri pembukaan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2026). Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dapat menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

“Kita harapkan efek waktu Piala Dunia kemarin kan hiburan buat rakyat di seluruh Indonesia. Dan ekonomi juga saya yakin akan tumbuh,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/7/20026).

Pembukaan Piala Presiden 2026 ditandai dengan seremoni tendangan bola yang dilakukan Mendagri bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Manajer Persib Umuh Muchtar.

Menurut Tito, penyelenggaraan turnamen pramusim tersebut diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama melalui meningkatnya aktivitas UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Ia menilai besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga jasa yang mendukung penyelenggaraan kompetisi.

Selain menjadi hiburan dan menggerakkan ekonomi rakyat, Tito berharap Piala Presiden 2026 dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang pencarian talenta baru bagi sepak bola Indonesia.

Dengan kompetisi yang berkualitas, para pemain diharapkan semakin berkembang dan memiliki peluang untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada masa mendatang.

“Sambil kita membina atlet kita, supaya ini ajang menjadi pencari bakat, atau calon-calon nanti pemain nasional, supaya kita juga bisa lebih mantap lagi,” sambungnya.

Tito meyakini, apabila pembinaan pemain dilakukan secara berkelanjutan dan kualitas kompetisi terus meningkat, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia dapat tampil di ajang Piala Dunia pada masa mendatang.

Senada dengan Tito, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengatakan penyelenggaraan turnamen tahun ini berlangsung semakin meriah. Bahkan, hadiah bagi juara meningkat dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.

Maruarar juga mengapresiasi penataan UMKM di sekitar stadion yang dinilai semakin baik. “Kemudian, saya yakin itu, saya lihat pengelolaan UMKM-nya lebih bagus lagi. Lebih bagus tempat-tempatnya disiapkan. Lebih ramai juga,” ujarnya. Sebelum pelaksanaan kick off, Tito bersama Maruarar turut meninjau sejumlah pelaku UMKM di sekitar stadion dan menyempatkan diri mencicipi hidangan yang dijajakan para pedagang. (kom)