Naradaily-Belgia mengeluarkan peringatan panas tingkat oranye setelah suhu di sebagian besar wilayah negara itu diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius pada Senin. Kondisi tersebut diproyeksikan menjadi puncak gelombang panas dalam sepekan sekaligus memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Institut Meteorologi Kerajaan Belgia menetapkan peringatan panas oranye untuk hampir seluruh wilayah negara tersebut. Peringatan tidak berlaku bagi Provinsi West Flanders dan East Flanders karena wilayah tersebut diperkirakan tetap lebih sejuk berkat pengaruh Laut Utara.

Di wilayah pedalaman, suhu udara diprediksi menyentuh 36 derajat Celsius. Sementara itu, kawasan pesisir diperkirakan hanya mengalami suhu sekitar 24 hingga 25 derajat Celsius. Selain cuaca panas, badai petir yang bersifat terisolasi juga berpotensi terjadi pada sore hari, terutama di bagian timur dan selatan Belgia.

Gelombang panas yang berlangsung berkepanjangan, disertai kekeringan, mulai memberikan tekanan besar terhadap sektor pertanian. Para petani buah dan sayur melaporkan penurunan hasil panen, ukuran produk yang semakin kecil, serta meningkatnya biaya produksi akibat kebutuhan irigasi yang lebih tinggi.

Dirk Declercq, petani endive sekaligus Ketua Dewan REO Auction di Roeselare, mengatakan para petani kini harus bekerja pada malam hari atau sebelum matahari terbit untuk menyiram tanaman dan menyelesaikan pekerjaan di lahan sebelum suhu meningkat drastis.

Sebelumnya, petani cukup melakukan penyiraman satu hingga dua kali dalam sepekan. Namun kini, mereka terpaksa mengairi tanaman setiap hari sehingga semakin membebani pasokan air yang kian terbatas.

Penurunan produksi tersebut diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga komoditas serta berkurangnya pasokan produk segar di rak-rak supermarket dalam beberapa pekan mendatang.

“Alam yang berkuasa,” kata Declercq, seraya menambahkan bahwa beberapa hasil panen endive mengalami penurunan hingga 75 persen. (kom)