Naradaily-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 542 warga penyintas banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa para pengungsi masih membutuhkan penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan karena tempat tinggal mereka rusak dihantam air bah.
“Jumlah warga mengungsi tersebut berdasarkan pemutakhiran data per Rabu (30/9) malam,” kata dia.
Banjir bandang tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi pada Senin (21/9) malam. Bencana itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, serta 12 orang mengalami luka ringan.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Tercatat 18 unit rumah rusak berat, 11 unit rumah rusak sedang, 41 unit rumah rusak ringan, empat unit rumah terendam, serta tiga unit rumah terancam roboh.
Terjangan arus banjir bandang juga berdampak terhadap aksesibilitas transportasi dan fasilitas publik di wilayah setempat.
“Kerusakan infrastruktur mencatat dua unit jembatan terputus serta sejumlah sarana umum lainnya yang saat ini tengah didata dan disiapkan langkah penanganan daruratnya,” kata dia.
BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok dan tim gabungan lintas sektor untuk memastikan penyaluran logistik, pasokan air bersih, serta layanan kesehatan bagi 542 pengungsi berjalan optimal selama masa tanggap darurat. (kom)