Naradaily-Diskon besar-besaran di lebih dari 400 mal segera digelar, 6-30 Maret mendatang. Program Belanja di Indonesia Saja (Bina) Lebaran 2026 itu diikuti oleh sekitar 400 pusat perbelanjaan dari total 412 mal di seluruh Indonesia.

Dalam rangkaian Bina Lebaran 2026, pelaku usaha ritel menawarkan diskon hingga 70 persen untuk berbagai produk, termasuk brand global yang ikut berpartisipasi. Analis Kebijakan Ahli Madya dari Kementerian Bidang Perekonomian Darwin Tonggotua Siahaan mengatakan, Program Bina adalah strategi pemerintah untuk mendorong konsumsi domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, program tersebut dirancang untuk menciptakan efek positif bagi perekonomian, terutama melalui peningkatan pendapatan domestik. “Dengan mempromosikan belanja di dalam negeri, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara, Indonesia dapat meningkatkan sektor belanja dan kuliner,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Bambang Wisnubroto menambahkan, penguatan konsumsi domestik menjadi prioritas pemerintah. “Program Bina Lebaran 2026 diharapkan mampu meningkatkan transaksi ritel secara signifikan serta menjaga peredaran uang tetap berputar di dalam negeri,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati menargetkan, transaksi belanja selama bulan Ramadan hingga Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp50 triliun. Menurut Fetty, angka target tersebut memperhitungkan nilai belanja pada 800 merek, 80 gerai dan lebih dari 400 mal anggota Hippindo di seluruh Indonesia.

“Ini memang sudah diprediksi akan meningkat dari tahun sebelumnya, meningkat sekitar 10-15 persen,” terangnya. Dia menambahkan, mal menjadi tempat yang sangat penting sebagai destinasi belanja bagi keluarga maupun tempat pertemuan. Pusat perbelanjaan juga menjadi etalase penjualan produk dari merek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga global.

“Inilah integrasi wisata dan belanja yang semakin memperkuat daya tarik Indonesia,” yakinnya. (sic)