Naradaily-Program Belanja Nasional pada Triwulan I 2026 mencatat capaian impresif dengan total transaksi mencapai Rp184,02 triliun. Angka ini tidak hanya menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, tetapi juga berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa capaian tersebut melebihi target awal sebesar Rp172,38 triliun. Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan daya beli masyarakat, khususnya selama momentum awal tahun yang bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, capaian ini juga tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah dengan berbagai pelaku usaha ritel, pusat perbelanjaan, serta pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia. Sinergi tersebut dinilai mampu mendorong aktivitas konsumsi masyarakat secara lebih luas dan merata. Program Belanja Nasional sendiri terdiri dari dua agenda utama, yaitu Friday Mubarak yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) serta program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang digagas oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Kedua program ini menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan transaksi ritel selama periode tersebut.
Friday Mubarak mencatat kontribusi terbesar dengan total transaksi mencapai Rp129,12 triliun. Program ini berlangsung selama lebih dari satu bulan dan melibatkan ratusan merek ritel modern serta jutaan pedagang di pasar rakyat. Partisipasi yang luas ini membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah.
Sementara itu, program BINA Lebaran turut memberikan kontribusi signifikan dengan total transaksi sebesar Rp54,9 triliun. Kegiatan ini melibatkan ratusan merek dan puluhan ribu gerai ritel di berbagai provinsi, serta memanfaatkan momentum tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain nilai transaksi yang meningkat, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi secara langsung, seiring dengan membaiknya kondisi konsumsi masyarakat setelah periode sebelumnya.
Peningkatan transaksi didominasi oleh sektor makanan dan minuman, fesyen, serta hiburan. Ketiga sektor tersebut menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sekaligus gaya hidup selama periode Ramadan dan Lebaran. Pemerintah optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut hingga triwulan berikutnya. Dengan strategi yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak, Program Belanja Nasional diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi domestik sepanjang tahun 2026.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumsi domestik masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong berbagai program serupa guna menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat sektor perdagangan di Indonesia. (Syafa)