Naradaily-Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menilai diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mencari solusi atas kenaikan harga kemasan plastik yang dipicu konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.

“Secara keseluruhan tentunya dibutuhkan sinergitas lintas kementerian, baik itu kami di Kemendag maupun kementerian lainnya untuk mencarikan solusi terbaiknya,” kata Roro di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama kenaikan harga tersebut adalah bahan baku plastik berupa nafta yang sebagian besar dipasok dari kawasan Timur Tengah. Kondisi global saat ini membuat jalur pengapalan menjadi lebih panjang dan persaingan antarnegara untuk mendapatkan bahan baku semakin ketat.

“Salah satu hal yang membuat plastik itu menjadi lebih mahal itu dikarenakan ada bahan yang terkandung di dalamnya, misalnya nafta, ya, yang dibutuhkan,” kata Roro.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya mencari alternatif sumber pasokan bahan baku dari berbagai negara guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan plastik di dalam negeri.

“Kita berupaya untuk sourcing dari beberapa wilayah. Pak Menteri (Perdagangan, Budi Santoso) sudah memberikan statement (terkait) dari wilayah mana saja untuk kemudian bahan baku nafta bisa terpenuhi sehingga plastik harganya semakin stabil. Jadi mudah-mudahan itu berdampak secara positif,” ujarnya.

Selain mencari sumber pasokan baru, Roro juga mendorong penggunaan alternatif bahan sebagai substitusi kemasan plastik.

Ia mengakui, gejolak geopolitik global tidak hanya berdampak pada plastik, tetapi juga memengaruhi harga berbagai komoditas lain, termasuk energi, yang turut berimbas pada sektor ekonomi masyarakat.

Meski demikian, pemerintah berupaya agar dampak tersebut tidak terlalu besar melalui berbagai kebijakan yang tengah disiapkan.

“Saya yakin kalau untuk komoditas lainnya, kementerian teknis terkait sudah menyikapi kondisi geopolitik saat ini juga dengan sangat amat baik. Kita tahu bahwa untuk menyikapi hal ini, BBM subsidi juga tidak terganggu, gitu, ya,” kata Roro.

“Jadi mudah-mudahan kami juga bisa menghadirkan solusi-solusi yang terbaik untuk negara, khususnya dengan kondisi geopolitik seperti ini tentunya tidak mudah. Mudah-mudahan ini bisa menghadirkan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya. (kom)