Naradaily-Gregoria Mariska Tunjung resmi mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI setelah 12 tahun menjadi bagian dari pusat pelatihan nasional bulu tangkis Indonesia. Keputusan tersebut disampaikan Gregoria kepada PP PBSI setelah melalui komunikasi dengan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, serta kepala pelatih tunggal putri utama, Imam Tohari.
Dalam surat yang dia sampaikan, Gregoria menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI atas kesempatan, pengalaman, dan kepercayaan yang dia terima selama membela Pelatnas. PBSI menghormati keputusan tersebut dan menilai Gregoria telah mempertimbangkannya secara matang.
Kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih dari vertigo menjadi alasan utama di balik keputusan itu. Hingga kini, Gregoria merasa belum kembali ke kondisi terbaik.
Dia juga belum memiliki keyakinan penuh untuk kembali tampil di turnamen internasional. Selama membela Pelatnas PBSI, Gregoria menjadi salah satu andalan tunggal putri Indonesia di berbagai ajang internasional.
Prestasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadikan dia panutan bagi atlet-atlet muda Indonesia.
PBSI Beri Apresiasi Tinggi
PP PBSI menyampaikan apresiasi atas dedikasi Gregoria selama memperkuat Merah Putih. Organisasi tersebut juga mendoakan agar dia segera pulih total dan kembali meraih kesuksesan pada masa mendatang.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian, dikutip dari rilis PBSI, Jumat (15/5/2026).
Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Gregoria di Pelatnas PBSI. Meski tidak lagi berlatih di pusat pelatihan nasional, kontribusi dan pencapaiannya tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia. (sic)