Naradaily-Sekitar 390 orang yang sempat terjebak di sebuah resor pegunungan di Prefektur Nagano, Jepang, akhirnya dapat meninggalkan lokasi setelah jembatan darurat didirikan menyusul tanah longsor pada Sabtu malam (8/8).

Kepolisian Prefektur Nagano mengatakan jembatan darurat tersebut digunakan untuk membantu ratusan orang keluar dari kawasan resor yang akses jalannya terputus akibat longsor.

Tanah longsor tersebut memutus satu-satunya jalan menuju kawasan pemandian air panas Nakabusa Onsen di Azumino. Tidak ada laporan mengenai korban luka akibat kejadian tersebut.

Kawasan Nakabusa Onsen juga dikenal sebagai salah satu titik awal pendakian yang cukup populer di wilayah tersebut. Di antara sekitar 390 orang yang sempat terjebak terdapat tamu hotel dan pendaki yang menginap di pondok gunung.

Menurut laporan kepolisian pada Minggu, seluruh orang yang berada di kawasan tersebut dapat meninggalkan lokasi setelah akses alternatif melalui jembatan darurat tersedia.

Pemerintah Prefektur Nagano menyatakan tanah longsor merusak salah satu jembatan di jalan yang menghubungkan kawasan pemandian air panas tersebut dengan pusat Kota Azumino.

Kerusakan jembatan membuat akses utama menuju kawasan resor terputus dan menyebabkan ratusan orang harus menunggu hingga jalur keluar dapat kembali digunakan.

Kondisi tersebut terjadi setelah wilayah Azumino diguyur hujan lebat pada Sabtu malam (8/8). Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat curah hujan di Azumino mencapai 50 milimeter dalam waktu satu jam.

Hujan deras tersebut meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor dan berdampak pada akses menuju kawasan pegunungan serta pemandian air panas yang menjadi tujuan wisata tersebut.

Dengan dibangunnya jembatan darurat, sekitar 390 orang yang sebelumnya terjebak akhirnya dapat meninggalkan kawasan resor dengan aman. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat tanah longsor.

Kejadian ini menjadi perhatian karena Nakabusa Onsen tidak hanya menjadi tujuan wisata pemandian air panas, tetapi juga merupakan salah satu akses menuju jalur pendakian populer di Nagano.

Pemerintah dan kepolisian setempat terus menangani dampak longsor serta kerusakan infrastruktur untuk memastikan akses masyarakat dan wisatawan dapat kembali normal. (kom)