Naradaily-Industri e-Sports di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah pemain, penonton, hingga prestasi di tingkat internasional. Data terbaru menunjukkan bahwa ekosistem e-Sports Tanah Air semakin kuat dan kompetitif.
Dikutip dari berbagai sumber, berdasarkan berbagai laporan industri, Jumat (27/3/2026) jumlah pemain e-Sports di Indonesia pernah mencapai lebih dari 52 juta orang pada 2021, mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap dunia gim kompetitif. Sementara itu, jumlah gamer secara keseluruhan bahkan menembus lebih dari 180 juta orang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di dunia.
Di level kompetitif, Indonesia juga memiliki ratusan atlet profesional. Tercatat sekitar 720 pemain e-Sports aktif telah berkompetisi di berbagai turnamen global, menempatkan Indonesia dalam jajaran negara dengan ekosistem e-Sports berkembang pesat.
Dari sisi prestasi, pemain dan tim Indonesia telah mengumpulkan total hadiah jutaan dolar AS dari berbagai turnamen internasional. Bahkan, total pendapatan atlet e-Sports Indonesia mencapai lebih dari 21 juta dolar AS, menunjukkan potensi besar industri ini sebagai karier profesional.
Salah satu turnamen besar yang menunjukkan skala esports global adalah MLBB M7 World Championship yang digelar di Indonesia dengan total hadiah mencapai USD1 juta dan diikuti 22 tim dari berbagai negara. Di tingkat nasional, kompetisi seperti MPL Indonesia juga mencatat lonjakan penonton yang signifikan.
Bahkan, salah satu musimnya mampu menembus lebih dari 4 juta peak viewers, menandakan tingginya antusiasme publik terhadap e-Sports. Selain itu, Indonesia juga mulai fokus pada pembinaan atlet untuk ajang multi-event seperti Asian Games.
Untuk edisi 2026, timnas e-Sports Indonesia telah mendaftarkan diri di sembilan nomor pertandingan, termasuk game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan e-Football. Dengan kombinasi jumlah pemain besar, dukungan industri, serta prestasi yang terus meningkat, e-Sports Indonesia diprediksi akan semakin diperhitungkan di kancah global dalam beberapa tahun ke depan. (M Fikhar Zakaria)