Naradaily-Arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai memakan korban. Belasan calon penumpang pingsan, akibat kelelahan dan terik matahari saat terjebak antrean panjang kendaraan sejak Minggu (15/3/2026).
Tim kesehatan dari Satgas Banops Subsatgas Dokkes Polres Jembrana harus turun tangan memberikan pertolongan medis kepada para pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di kawasan Gilimanuk. Pelayanan kesehatan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari Pos Pelayanan Kesehatan Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, hingga sepanjang antrean sepeda motor di depan kawasan pertokoan Gilimanuk.
Tim Dokkes yang terdiri dari empat personel memberikan pemeriksaan kesehatan dasar bagi para pemudik. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, pengecekan tanda vital, serta memberikan terapi sesuai kondisi medis.
Dari hasil penanganan di lapangan, hingga Minggu (15/3/2026) sore, tercatat 17 orang pemudik harus mendapatkan pertolongan medis. Mayoritas pemudik tumbang akibat kelelahan dan paparan panas saat menunggu antrean menuju pelabuhan.
Sebanyak 16 pemudik mengalami heat syncope atau pingsan akibat kelelahan dan cuaca panas. Setelah mendapatkan penanganan medis, mereka akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan.
Selain itu, petugas juga menangani seorang pemudik yang mengalami luka robek akibat kecelakaan. Korban langsung mendapat tindakan medis berupa penjahitan luka, perawatan, serta pemberian obat sesuai indikasi.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan, pelayanan kesehatan bagi pemudik menjadi bagian dari upaya Polri memastikan perjalanan masyarakat tetap aman. “Polres Jembrana melalui tim Dokkes terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Gilimanuk. Kami ingin memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan. Apabila masyarakat merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan, kami mengimbau agar segera memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan diri selama perjalanan. Dengan kepadatan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk yang cukup tinggi, pemudik diminta memperhatikan kondisi fisik dan beristirahat jika merasa lelah.
Hingga Senin (16/3/2026), antrean kendaraan yang mengakibatkan terjadinya macet “horor” di Pelabuhan Gilimanuk untuk keluar dari Bali masih cukup panjang. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal kemacetan panjang itu disebabkan karena antrean kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.
“Yang jadi masalah adalah penyeberangannya. Mereka ini antri menunggu kapal mau menyeberang,” kata Faizal kepada awak media setempat, Senin (16/3/2026).
Sementara itu, data termutakhir pada Senin (16/3/2026) sekira pukul 16.00 WITA, arus lalu lintas (lalin) penyeberangan keluar Bali menuju Jawa sangat padat. “Ekor antrean dari arah Denpasar sampai Jembatan Persil Desa Melaya, Kec. Melaya dengan jarak +/- 18 km sedangkan dari arah Singaraja sampai Hutan Cekik dengan jarak +/- 6 km dari Pelabuhan Gilimanuk,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy dalam keterangannya.
Ariasandy menuturkan dengan kondisi saat ini telah dilakukan pengaturan mempercepat kendaraan prioritas. Kemudian, melakukan pengantongan pada Terminal Cargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik. Selain hal tersebut dilakukan pengalihan arus Truk Besar yg semula melalui parkir Manuver dirubah lurus langsung menuju parkir LCM Gilimanuk.
“Sementara anggota masih tetap melakukan pengaturan di lapangan agar kendaraan tertib antrean,” ucapnya. Ia menyebut, di dalam area Pelabuhan Gilimanuk, seluruh parkiran dermaga MB 1, 2, 3, 4 dan LCM maupun parkir Terminal Manuver telah terisi penuh yang didominasi Kendaraan Pribadi, sedangkan untuk atrian sepeda motor Nihil.
“Adapun kapal yang beroperasi sampai untuk 16.00 WITA sebanyak 33 unit,” jelasnya.
Kemenhub Tambah Armada
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya terus berupaya mengurai kemacetan yang terjadi. Koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi untuk menyusun langkah dalam mengurai penumpukan kendaraan, diantaranya kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kami juga mendorong percepatan berbagai langkah operasional di lapangan untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk, sehingga mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik,” katanya di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dudy mengatakan telah memerintahkan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke Gilimanuk untuk mempermudah koordinasi yang dilakukan dalam mengurai kemacetan tersebut.
Hingga hari ini kata dia, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau padat, dengan dominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa. (sic)