Naradaily-Militer Israel dilaporkan tidak akan mengerahkan pasukan darat jika Amerika Serikat melancarkan invasi ke Iran, meskipun Israel disebut sebagai salah satu pihak yang memicu konflik tersebut.
Laporan ini diungkap media Israel, Channel 12, pada Minggu (29/3), yang menyebut bahwa “tentara Israel tidak akan berpartisipasi di lapangan” jika AS memutuskan melakukan serangan darat ke Iran.
Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat dengan meningkatkan kehadiran pasukan serta aset militernya di kawasan Timur Tengah. Namun hingga kini, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana invasi tersebut.
Pada pekan lalu, AS juga diketahui telah mengajukan 15 syarat gencatan senjata kepada Iran melalui Pakistan, namun proposal tersebut ditolak oleh pihak Iran.
Sejumlah pihak menilai bahwa wacana serangan darat ini sengaja dimunculkan sebagai tekanan agar Iran bersedia menerima syarat gencatan senjata yang diajukan AS.
Presiden AS, Donald Trump, turut menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Dalam pernyataannya pada Selasa (31/3), ia mengatakan bahwa serangan ke Iran dapat dihentikan dalam waktu dua hingga tiga pekan tanpa harus mencapai kesepakatan formal.
Namun, media The Times of Israel menilai pernyataan tersebut sebagai bagian dari “tipu daya rumit” yang bertujuan membuat Iran lengah sebelum kemungkinan serangan darat dilancarkan. (MG4)