Naradaily-Keluarga korban pengeroyokan yang terjadi di sebuah tempat biliar kawasan Grogol Petamburan meminta para pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan keluarga ke Polsek Grogol Petamburan dan kini penanganannya dilakukan oleh Polsek Tanjung Duren.

“Kasusnya lagi ditangani sama Polsek Tanjung Duren. Minta doanya aja supaya pelaku cepat ketemu, cepat semuanya dihukum seberat-beratnya,” kata kakak korban, Mita, saat ditemui di kawasan Palmerah, Senin (18/5/2026).

Menurut Mita, wajah para pelaku terlihat jelas dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial saat menganiaya korban pada Minggu (10/5).

Korban diduga tidak hanya dikeroyok, tetapi juga didorong hingga terjatuh dari lantai dua yang menyebabkan luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.

Mita menjelaskan, keluarga telah melaporkan kejadian tersebut sejak korban masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma di RS Tarakan.

Selain meminta proses hukum berjalan tegas, keluarga korban juga mendesak pengelola tempat biliar untuk memberikan penjelasan terkait insiden yang menewaskan korban.

Keluarga berharap pihak pengelola menunjukkan itikad baik dengan datang menyampaikan belasungkawa maupun menjelaskan kronologi kejadian versi mereka.

Namun hingga kini, menurut Mita, belum ada pihak pengelola yang menemui keluarga ataupun memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Meski begitu, ia mendapat informasi bahwa pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, seorang pria berinisial DM (29) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di salah satu tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Minggu (10/5) dini hari.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka serius yang dialaminya.

Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain biliar bersama pacarnya. Insiden bermula ketika pacar korban terlibat cekcok dengan seorang wanita lain di lokasi.

Korban kemudian berusaha melerai pertikaian tersebut, namun justru menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pria.

Berdasarkan sejumlah keterangan, korban juga sempat didorong dari lantai dua sebelum kembali dikeroyok hingga terkapar tidak berdaya.

Korban menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (14/5) akibat pendarahan di otak dan luka parah di bagian dada. (kom)