Naradaily– Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan umum, memberi mandat bagi Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang untuk melakukan pergeseran kebijakan penting.

Jepang mengadakan pemilihan umum mendadak pada Minggu yang memberikan LDP pimpinan Takaichi mayoritas dua pertiga di majelis rendah parlemen. Capaian itu merupakan pertama kalinya dalam era pascaperang.

Dengan LDP meraih mayoritas dua pertiga di DPR sebanyak 315 kursi, partai ini akan mendapat dukungan total 351 anggota parlemen bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang. Kemenangan telak memungkinkan LDP meloloskan RUU di parlemen meski oposisi menentang di majelis tinggi.

Perdana menteri berusia 64 tahun itu, wanita pertama yang menjabat sebagai perdana menteri Jepang, mengatakan pemerintahnya juga akan berupaya “mengubah konstitusi yang menolak perang, menurut Kyodo News.

Sebagai politikus konservatif, Takaichi telah berupaya merevisi tiga dokumen Jepang mengenai keamanan dan pertahanan. Perdana menteri itu juga meminta dukungan partai oposisi, karena LDP masih menjadi minoritas di majelis tinggi parlemen.

Kendati mengatakan bahwa pembahasan anggaran menjadi prioritas dalam masa jabatannya yang baru, Takaichi berjanji melanjutkan diskusi parlemen terkait pemotongan pajak konsumsi selama dua tahun untuk produk makanan.

Di bidang ekonomi, Takaichi menyatakan dalam konferensi pers bahwa Jepang perlu meninggalkan kebijakan penghematan fiskal yang berlebihan.

Takaichi terpilih sebagai PM pada Oktober lalu, setelah menjadi wanita pertama yang menjabat Presiden LDP, dan memutuskan menggelar pemilu mendadak bulan lalu, memanfaatkan popularitas pribadinya di tengah politik Jepang yang masih didominasi laki-laki. (kom)