Naradaily-Insiden ledakan terjadi di tambang Myanmar. Sedikitnya 55 orang, termasuk enam anak-anak, tewas akibat insiden ledakan tak disengaja dari bahan peledak tambang di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak di Myanmar.
Melansir Reuters, Senin (1/6/2026), kelompok bersenjata Palaung Self Liberation Front/Ta’ang National Liberation Army (PSLF/TNLA) mengatakan, bahwa ledakan terjadi pada Minggu siang waktu setempat di Negara Bagian Shan utara. Mereka juga menyebut banyak korban lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Tim penyelamat kepada kantor berita Shwe Phee Myay mengatakan, hampir seluruh Desa Kaung Tat di Namkham Township hancur akibat ledakan dahsyat itu. Mereka menyebut puluhan warga mengalami luka-luka, sementara petugas darurat masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Otoritas setempat juga telah mengeluarkan permintaan darurat donor darah untuk membantu penanganan korban. PSLF/TNLA menyatakan ledakan terjadi setelah bubuk mesiu lunak yang disimpan untuk operasi pertambangan meledak secara tidak sengaja sekitar pukul 12.30 siang.
Kelompok itu mengatakan banyak rumah warga mengalami kerusakan berat akibat ledakan tersebut. Dari total korban tewas, sebanyak 25 merupakan perempuan dan 30 laki-laki.
Penyebab pasti ledakan masih diselidiki lebih lanjut dan pihak berwenang akan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Ta’ang National Liberation Army merupakan salah satu kelompok etnis bersenjata utama di Myanmar yang berjuang melawan pemerintah pusat dan junta militer Myanmar.
Kelompok tersebut bersama sekutunya, Palaung Self Liberation Front, menjadi bagian dari perlawanan terhadap pemerintahan militer Myanmar. (sic)