Naradaily-Manajemen Pasar Induk Kramat Jati melibatkan tim independen untuk mengecek dan mengkaji keseluruhan struktur gedung sebelum mengambil keputusan terkait renovasi ratusan kios di kawasan Los Buah Blok C2 yang sebelumnya terdampak kebakaran. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi bangunan aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.

“Terhadap lokasi Blok C2 yang terbakar itu memang sedang kita lakukan pengkajian terlebih dahulu bersama pihak independen, baik itu struktur dan sebagainya,” kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mengambil keputusan terkait pembangunan ulang gedung tersebut. Saat ini, manajemen pasar masih fokus melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi bangunan, khususnya struktur gedung yang terdampak kebakaran. “Dari hasil kajian itu, nanti baru kita tentukan langkah-langkah berikutnya terhadap bangunan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Proses pemeriksaan dilakukan secara serius dengan melibatkan pihak independen agar hasil kajian bersifat objektif dan akurat. Menurut Agus, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan pasar masih layak digunakan dalam jangka waktu puluhan tahun ke depan. “Kami telah melibatkan teman-teman dari pihak independen untuk melakukan pengetesan struktur bangunan, apakah bangunan pasar ini masih cukup layak untuk digunakan puluhan tahun ke depan atau tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan struktur akan menjadi dasar penentuan apakah Blok C2 akan direvitalisasi atau justru dibangun ulang secara total. “Dari hasil itu, nanti akan kita tentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan revitalisasi atau pembangunan secara total,” tegas Agus.

Pengecekan struktur oleh tim independen tersebut baru dimulai pada awal pekan ini. Agus berharap hasil kajian dapat segera keluar sehingga arah penanganan Blok C2 bisa ditetapkan secepatnya. “Baru kemarin, tepatnya hari Senin (5/1) dilakukan pengecekan struktur. Kita berharap dari hasil itulah bisa ditentukan apakah bangunan ini masih cukup layak atau tidak untuk dilakukan revitalisasi,” ucapnya.

Sampai saat ini, pengelola Pasar Induk Kramat Jati terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal, baik dari sisi keselamatan bangunan maupun keberlangsungan aktivitas ekonomi pedagang. Agus memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan meskipun kebakaran sempat melanda Blok C2. Para pedagang terdampak telah direlokasi ke tempat penampungan sementara dan kembali berjualan. “Alhamdulillah, pedagang telah kita lakukan relokasi dan telah menempati tempat penampungan yang baru. Saat ini, mereka sudah aktif berjualan kembali,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, hangus terbakar pada 15 Desember 2025. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.15 WIB itu menghanguskan ratusan kios di kawasan Los Buah Blok C2 dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang.

Namun, berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dan sistem pengamanan internal pasar, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengerahkan 95 personel dengan dukungan 19 unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari 16 unit dari Jakarta Timur, dua unit bantuan dari dinas, serta satu unit dari Jakarta Selatan. Proses pendinginan dimulai pada pukul 08.20 WIB dengan menyisir area kios terdampak, termasuk atap dan sela-sela bangunan, serta penguraian material terbakar untuk mempercepat pendinginan. (kom)