Naradaily-Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, memastikan bahwa penanganan terhadap korban tabrakan mobil di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, sudah dilakukan. “Bapak Gubernur telah memerintahkan jajaran, khususnya Wali Kota Jakarta Utara untuk menangani yang perlu dilakukan untuk korban bersama dinas terkait, utamanya Dinkes,” ujar Chico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, (11/12/2015).

Ia menegaskan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat anak-anak sedang berbaris untuk persiapan kegiatan literasi. Mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos pagar sekolah yang saat itu dalam kondisi tertutup.

Dari total 21 korban, sebanyak 11 orang merupakan siswa laki-laki, sembilan siswi perempuan, dan satu guru laki-laki. “Data per 09.45 WIB, jumlah korban yang rawat jalan di RSUD Cilincing 16 orang, rujuk ke RS Koja lima orang,” jelas Chico.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menyampaikan bahwa sejumlah siswa dan guru menjadi korban tabrakan mobil yang menerobos pagar sekolah pada Kamis pagi. “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.39 WIB, saat para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz.

Tiba-tiba, kendaraan pengangkut MBG milik swasta dengan nomor polisi B-2093-UIU masuk dan merangsek ke halaman sekolah, menabrak sejumlah siswa yang berada di lokasi. “Insiden itu menyebabkan sejumlah siswa serta seorang guru mengalami cedera sehingga harus mendapatkan perawatan medis,” tutur Erick.

Berdasarkan data awal kepolisian, terdapat 19 siswa dan seorang guru yang telah dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan dengan beragam jenis cedera. Jajaran Polsek Cilincing yang dipimpin Kapolsek AKP Bobi Subasri segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kendaraan beserta pengemudinya. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman,” ujar Bobi. (kom)