Naradaily-Pengusaha sekaligus pelopor industri kecantikan Indonesia, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026), pada usia 89 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi dan terverifikasi Sariayu Martha Tilaar pada laman @sariayu_mt.

Dalam pernyataan belasungkawa, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan duka cita atas berpulangnya pendiri sekaligus sosok yang menjadi panutan mereka. “Dedikasi, karya, dan semangat beliau dalam memajukan kecantikan serta warisan Nusantara akan terus hidup dan menginspirasi kita selamanya,” demikian pernyataan yang dikutip dari unggahan tersebut, dilihat Kamis (15/10/2026).

Mengutip Marthatilaargroup.com, Martha Tilaar dikenal sebagai pengusaha yang mengembangkan bisnis kecantikan dengan memadukan pengetahuan modern dan kekayaan tradisi perawatan tubuh Indonesia. Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Usaha yang dirintis Martha Tilaar berkembang melalui pengembangan layanan kecantikan dan produk kosmetik. Pada 1972, ia membuka Martha Griya Salon di Menteng. Usaha tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.

Pada 1977, Martha mendirikan PT Martina Berto bersama mitra usahanya, Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.

Pengembangan usaha berlanjut dengan pembangunan fasilitas produksi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, pada 1981. Perusahaan kemudian memperluas portofolio mereknya untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.

Sariayu menjadi salah satu merek yang identik dengan perjalanan bisnis Martha Tilaar. Merek ini mengangkat inspirasi kecantikan perempuan Indonesia, kearifan lokal, serta kekayaan alam Nusantara dalam pengembangan produk perawatan dan kosmetik.

Seiring perkembangan bisnis, portofolio produk yang berada dalam ekosistem usaha Martha Tilaar mencakup sejumlah merek, antara lain Sariayu, Biokos, Caring Colours, Mirabella, Belia, PAC, dan Dewi Sri Spa. Pengembangan merek tersebut memperluas cakupan usaha dari kosmetik dan perawatan pribadi hingga produk untuk kebutuhan profesional serta layanan spa.

Selain produksi dan pemasaran kosmetik, kelompok usaha ini juga menjalankan kegiatan manufaktur kontrak atau maklon melalui PT Cedefindo. Berdasarkan informasi dalam situs resmi Martha Tilaar Group, lini usaha kelompok tersebut juga mencakup pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School serta jasa salon dan spa melalui PT Cantika Puspa Pesona.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak hanya berfokus pada penjualan produk. Pendidikan kecantikan menjadi salah satu bagian dari pengembangan usahanya melalui Puspita Martha, yang menyediakan pendidikan dan pelatihan di bidang kecantikan.

Di sisi lain, layanan salon dan spa turut menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang dibangun. Model usaha tersebut memperlihatkan cakupan bisnis yang menghubungkan produk kecantikan, manufaktur, pendidikan, serta jasa perawatan tubuh.

Pengembangan sejumlah lini usaha tersebut tercatat dalam sejarah resmi Martha Tilaar Group, yang menempatkan PT Martina Berto, PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, dan PT Cantika Puspa Pesona sebagai bagian dari kelompok usaha.

Dalam unggahan belasungkawa, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan teladan yang ditinggalkan Martha Tilaar bagi Indonesia. “Terima kasih atas segenap pengabdian dan teladan bagi Indonesia,” tulis manajemen Sariayu Martha Tilaar pada laman Instagram @sariayu_mt. (sic)