Naradaily-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 2-17 November 2026. Potensi banjir rob tersebut diperkirakan terjadi akibat peningkatan ketinggian air laut maksimum yang dipengaruhi fenomena fase Bulan Baru pada 9 November 2026.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir. Berdasarkan pantauan data ketinggian muka air laut (water level) dan prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi potensi banjir pesisir di 18 wilayah, meliputi pesisir Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Potensi banjir rob juga diperkirakan terjadi di pesisir Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Maluku. BMKG menjelaskan, banjir pesisir dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir.
Dampaknya antara lain dirasakan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat. Karena itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. (sic)